Kota Solok

Jelang Memasuki Masa Panen, Harga Beras di Solok Bertahan di Rp 15 Ribu per Liter

Harga beras di wilayah Kota Solok dan Kabupaten Solok masih bertahan di kisaran Rp. 14 ribu hingga Rp. 15.200 per kilogram.

Penulis: Nandito Putra | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Nandito Putra
Salah satu penggilingan padi di Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talanh, Kabupaten Solok. 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Harga beras di wilayah Kota Solok dan Kabupaten Solok masih bertahan di kisaran Rp. 14 ribu hingga Rp. 15.200 per kilogram.

Andi, pedagang beras di Koto Baru Solok, mengatakan harga beras saat ini stabil di kisaran Rp 15 ribu untuk jenis anak daro.

Ia mengatakan harga tersebut sudah berlaku sejak pertengahan bulan Maret 2023 lalu

"Ketika bulan Ramadan kemarin itu sempat naik di kisaran Rp 15.500 untuk beras sokan dan anak daro. Waktu itu per karung 10 kg mencapai Rp. 155 ribu," katanya saat dihubungi, Senin (5/7/2023).

Andi menjual dua jenis beras, yakni Sokan dan Anak Daro.

Ia mengatakan kemungkinan harga beras tersebut akan sedikit menurun mengingat sebentar lagi petani di Solok akan memasuki masa panen.

Baca juga: Kota Solok Utus 13 Atlet Taekwondo Berlaga di Kejurprov Sumbar, Optimis Raih Medali

"Sekarang beberapa petani di Solok sudah ada yang panen, tetapi belum menyeluruh. Untuk stok di penggilingan padi juga masih terbatas," katanya.

Ia mengatakan pengaruh cuaca yang kerap hujan dan lembab juga berpengaruh terhadap stok beras di penggilingan padi.

"Apalagi beras solok ini permintaannya dari luar daerah cukup tinggi, jadi harganya cenderung lebih mahal," bebernya.

Sementara itu untuk harga beras di Pasar Raya Solok dalam satu bulan terakhir cukup beragam.

Beberapa pedagang ada yang menjual beras per kilogram mulai dari 14.500 hingga Rp. 15.200.

Baca juga: Kukang Ditemukan di Halaman Rumah Warga di Solok, Jalani Rawat Inap Akibat Hipotermia

"Beras anak daro dan sokan itu cukup tinggi, Rp. 15.200 per kilogram," kata Meri, salah seorang pedagang di Pasar Raya Solok.

Ia mengatakan harga beras di pasaran memang terbilang cukup mahal sejak awal tahun 2023 ini.

Kalaupun turun, kata dia, jumlahnya tidak begitu signifikan.

"Ini sudah dua bulan tidak ada turun harga. Kalau turun palingan sedikit, sekitar Rp. 200 per kilo," ujarnya.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved