Citizen Journalism

Kisah Inspiratif: Refa Juara 1 Pilmapres Nasional: Berbagi Tips Motivasi Mahasiswa

DALAM dunia perkuliahan, mengukir prestasi menjadi salah satu goal bagi mahasiswa. Banyak peluang prestasi yang bisa diraih berdasarkan keahlian masin

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.REFA R
Refa Rahmaddiansyah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang sedang melaksanakan studi profesi/co-ast di RSJ Padang. Mahasiswa yang tidak kenal kata lelah mengukir prestasi ini sudah banyak mendapatkan penghargaan baik di tingkat fakultas, universitas, hingga internasional. Ia juga diberikan penghargaan pada penganugerahan Unand dan LUSTRUM ke XIII Universitas Andalas oleh Rektor Universitas Andalas, Prof Yuliandri. 

Oleh Ketrin Amalia, Mahasiswa Prodi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand)

DALAM dunia perkuliahan, mengukir prestasi menjadi salah satu goal bagi mahasiswa. Banyak peluang prestasi yang bisa diraih berdasarkan keahlian masing-masing.

Guna memicu semangat tersebut, pemerintah memberikan banyak sokongan melalui berbagai macam bentuk, seperti penghargaan dan awards.

Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan oleh pemerintah adalah dengan mengadakan program seleksi mahasiswa berprestasi yang diwadahi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud RI).

Program ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa berlomba dan menghasilkan prestasi dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

Program seleksi mahasiswa berprestasi memiliki beberapa tingkatan. Biasanya mulai dari tingkat sekolah menengah, perguruan tinggi, nasional, sampai internasional.

Untuk tingkat perguruan tinggi akan diseleksi mulai dari tingkat fakultas, lanjut ke tingkat universitas, dan menuju nasional.

Pada 2021, Universitas Andalas menjadi salah satu kampus/Perguruan Tinggi yang meraih juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Program Sarjana Tingkat Nasional. Refa Rahmaddiansyah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas adalah mahasiswa yang berhasil meraih juara tersebut.

Refa, remaja kelahiran 10 Juli 2000, anak satu-satunya dari pasangan Rizwan Faizi SH yang bekerja sebagai PNS tepatnya Staff bagian pelayanan di Rutan kelas II/B Painan dan Fettriwanti S.Pd, seorang guru IPA di SMPN 1 Batang Kapas. 

Berbicara tentang pendidikan Refa, ia mengenyam pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 21 Limau Sundai, lalu melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Batang Kapas, sekolah yang sama dengan ibunya bekerja sebagai guru di sana.

Ia melanjutkan pendidikan SMA pada Tahun 2015 di SMA Negeri 3 Painan melalui jalur prestasi, yaitu Juara 1 Lomba MIPA tingkat Kabupaten yang diadakan oleh SMA tersebut yang mana SMA Negeri 3 Painan merupakan satu-satunya sekolah unggul berasrama yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.


Ketika bersekolah di SMA Negeri 3 Painan, Refa juga banyak menghasilkan prestasi, mulai dari Juara debat bahasa Inggris, Olimpiade, Karya Tulis Ilmiah, bahkan Refa pernah field study ke Fakultas Kedokteran University of Malaya, Malaysia pada Tahun 2015 sebagai reward dari pencapaiannya menjadi Juara 1 Lomba Siswa Berprestasi Kabupaten Pesisir Selatan.

Tidak hanya sampai di sana, setelah lulus SMA Refa Rahmaddiansyah juga diterima di 4 perguruan tinggi top di Indonesia. Namun, akhirnya dia memilih berkuliah di Universitas Andalas dan menamatkan pendidikan sarjananya di sana.

Refa, mendapatkan peluang untuk mengukir presrasi hingga kancah nasional yang sekarang sedang melaksanakan studi profesi/co-ast di RSJ Padang. Mahasiswa yang tidak kenal kata lelah mengukir prestasi ini sudah banyak mendapatkan penghargaan baik di tingkat fakultas, universitas, sampai internasional.

Ia juga diberikan penghargaan pada penganugerahan Unand dan LUSTRUM ke XIII Universitas Andalas oleh rektor Universitas Andalas. Bagaimana tidak, dia sudah mengharumkan nama Unand sebagai Mahasiswa Berprestasi 1 Nasional pada tahun 2021, bahkan ia juga sering mengikuti lomba-lomba dan research di tingkat internasional.

Siapa mahasiswa Unand yang tidak kenal dengan Refa. Gelarnya sebagai Mawapres 1 Nasional sudah melekat pada dirinya di Universitas Andalas.

Mimpinya menjadi Mahasiswa Berprestasi sudah ada sejak awal kuliah ketika ia melaksanakan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) Universitas Andalas Tahun 2018.

“Pada waktu itu, melihat ada Penganugerahan Mahasiswa Berprestasi dan pengen juga seperti mereka, kemudian sempat bikin semacam wish di sosial media kemudian bikin caption ‘semoga saya suatu hari nanti bisa menjadi seperti mereka’” cerita Refa.

Namun ternyata semangat Refa sempat menurun di awal pandemi covid-19. Namun, ia tetap melakukan yang terbaik dan memenangkan lomba-lomba sebagai modal yang dibawanya untuk Pilmapres 2021.

Refa Rahmaddiansyah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang sedang melaksanakan studi profesi/co-ast di RSJ Padang. Mahasiswa yang tidak kenal kata lelah mengukir prestasi ini sudah banyak mendapatkan penghargaan baik di tingkat fakultas, universitas, hingga internasional. Ia juga diberikan penghargaan pada penganugerahan Unand dan LUSTRUM ke XIII Universitas Andalas oleh Rektor Universitas Andalas, Prof Yuliandri.
Refa Rahmaddiansyah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang sedang melaksanakan studi profesi/co-ast di RSJ Padang. Mahasiswa yang tidak kenal kata lelah mengukir prestasi ini sudah banyak mendapatkan penghargaan baik di tingkat fakultas, universitas, hingga internasional. Ia juga diberikan penghargaan pada penganugerahan Unand dan LUSTRUM ke XIII Universitas Andalas oleh Rektor Universitas Andalas, Prof Yuliandri. (ISTIMEWA/DOK.REFA R)

Mahasiswa Berprestasi nasional tentu menjadi kebanggaan bagi seorang mahasiswa. Bagi Refa, menjadi mahasiswa berprestasi (mawapres) bukanlah sebuah tuntutan atau tekanan.

Namun menjadi mawapres adalah sesuatu yang sudah melekat pada diri, sudah menjadi identitas karena banyak orang sudah mengenalnya sebagai pemenang Pilmapres sehingga sudah sewajarnya branding tersebut harus dijaga, bisa menebarkan manfaat dan menjadi manusia yang berkarakter dan memotivasi orang banyak namun tetap harus mejadi diri sendiri.

Meraih gelar Mawapres tentu tidak mudah, akan ada banyak tantangan yang dilewati. Tantangan terbesar bagi Refa adalah time management, antara membagi waktu untuk kuliah, skripsi, penelitian dosen, persiapan co-ast dan kegiatan lainnya.

“Jika kembali diingat, saat itu merupakan masa-masa sulit. Namun itu merupakan suatu masa pendewasaan diri dan suatu masa  Refa diuji”. ujar Refa.

Refa membagikan tips yang dia lakukan pada saat itu untuk mengatasinya, yakni dengan membuat notes di buku, mencatat planning yang akan dikerjakan setiap hari yakni, memberikan reward jika mampu melaksanakannya dan memberlakukan punishment sebagai cambuk motivasi untuk melakukan banya hal.

“Jangan paksa ikan untuk memanjat pohon, tapi fasilitasilah dia berenang di lautan," kata Refa.

Refa juga memberikan beberapa tips dan reminder untuk memotivasi mahasiswa dalam menjalankan pendidikan, yaitu:

1.      Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

2.      Konsisten dan disiplin

3.      Fasilitasi diri kita dengan tepat sesuai basic diri kita dan maksimalkan hal tersebut. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved