Produksi Padi Sumbar 2022 Capai 1,3 Ton, Terbanyak dari Solok dan Tanah Datar

Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan produksi padi pada 2022 yaitu sebesar 1.373.532 ton GKG.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Nandito Putra
Sawah di Solok, Sumatera Barat, Rabu (16/11/2022). BPS Sumbar mencatat produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2022 setara dengan 795.306 ton beras 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2022 sebanyak 1.373.532 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Jumlah produksi padi di Sumbar ini setara dengan sebanyak 795.306 ton beras

Produksi padi terbanyak berasal dari Kabupaten Solok dan Tanah Datar.

Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan produksi padi pada 2022 yaitu sebesar 1.373.532 ton GKG.

Lanjutnya, angka ini mengalami kenaikan sebanyak 56.323 ton atau 4,28 persen dibandingkan produksi padi di 2021 yang sebesar 1.317.209 ton GKG.

Baca juga: Menurun Dibanding Tahun Lalu, Harga Beras di Solok Berkisar Rp 14.000 hingga Rp 15.200 per Kg

"Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2022 setara dengan 795.306 ton beras," ujarnya.

Ia menambahkan, produksi padi ini mengalami kenaikan sebesar 32.612 ton atau 4,28 persen dibandingkan 2021 yang sebesar 762.694 ton. 

Produksi beras tertinggi pada 2022 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 85.428. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada September, yaitu sebesar 36.444 

Herum mengatakan peningkatan produksi padi yang cukup besar pada 2022 terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi seperti Kabupaten Dharmasraya, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. 

Di sisi lain, beberapa kabupaten kota mengalami penurunan produksi padi yang cukup besar, misalnya Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Solok Selatan.

Baca juga: Diminta Tingkatkan Produksi Padi, Solok Selatan Terima Bantuan Benih Unggul dari Pemprov Sumbar

"Tiga kabupaten kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2022 adalah Kabupaten Solok, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan," ujarnya.

Sementara itu, tiga kabupaten kota dengan produksi padi terendah yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang

Ia menambahkan, pada Januari 2023, produksi beras diperkirakan sebanyak 73.853 ton beras, dan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2023 ialah sebesar 268.652 ton. 

Dengan demikian, potensi produksi beras pada Subround Januari−April 2023 diperkirakan mencapai 342.505 ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 20.729 ton (6,44 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada Januari−April 2022 yang sebesar 321.776 ton beras. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved