Banjir di Pasaman

650 KK Terdampak Galodo di Malampah Pasaman, BPBD Turunkan Petugas ke Lokasi

BPBD Pasaman mencatat sebanyak 650 KK terdampak akibat banjir bandang di Nagari Malampah sore tadi.

Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: Rahmadi
BPBD Pasaman
Banjir bandang di Jorong Kampuang Tabek, Nagari Malampah, Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (22/2/2023) 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Ratusan warga terdampak akibat galodo atau banjir bandang yang menghantam Jorong Kampuang Tabek, Nagari Malampah, Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (22/2/2023).

BPBD Pasaman mencatat sebanyak 650 KK terdampak akibat banjir bandang di Nagari Malampah sore tadi.

"Laporan korban terdampak sebanyak 650 KK, 3 rumah rusak dan jembatan yang menjadi akses warga sekitar hancur," kata Kalaksa BPBD Pasaman, Alim Bazar kepada TribunPadang.com.

Alim menyebut, banjir bandang itu juga mengakibatkan puluhan kebun warga terendam lumpur. Lumpur itu terbawa arus dari banjir bandang tersebut.

Saat ini, kata Alim, pihaknya bersama perangkat nagari dan kecamatan tengah berada di lokasi bencana untuk pendataan terkait dampak dan korban akibat banjir bandang ini.

Baca juga: Puluhan Hektar Kebun Tertutup Lumpur Akibat Banjir Bandang di Malampah Pasaman

"Tidak ada korban jiwa akibat bencana ini, hanya kerugian material dan bangunan, data selanjutnya akan dilaporkan secepatnya," pungkas Alim.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang itu terjadi sekira pukul 15.40 WIB.

"Galodo (banjir bandang) ini menyebabkan satu jembatan putus dan tiga rumah warga rusak," kata Yuni Effendi melalui laporan video yang didapat TribunPadang.com.

Yuni Effendi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu bantuan serta evakuasi dari pihak berwenang. Ia juga meminta bantuan untuk perbaikan akses jembatan yang rusak.

"Kami minta tolong kepada BPBD untuk segera membangun kembali jembatan yang rusak ini" ungkap Yuni Effendi.

Baca juga: Galodo Hantam Malampah Pasaman, Jembatan Utama Putus dan 3 Rumah Rusak

Sebab, kata Yuni Effendi, jembatan yang rusak akibat banjir bandang itu adalah akses utama di Nagari Malampah Barat.

"Permintaan kami semoga pemerintah daerah segera membangun dahulu jembatan darurat pasca diterjang banjir bandang sore ini," pungkas Yuni Effendi.

Dari kiriman video banjir bandang yang didapatkan TribunPadang.com, terlihat kondisi jembatan yang putus di Malampah Barat itu masuk kategori rusak berat.

Pasalnya, jembatan yang menjadi akses utama masyarakat di nagari itu roboh terbawa derasnya arus banjir bandang itu.

Lalu, banjir bandang di Nagari Malampah itu juga terlihat bercampur tanah lumpur berwarna abu-abu pekat.(TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved