Cerita Muhammad Rizki, Pegiat Alam yang Temukan Rafflesia di Hutan Saniangbaka Solok
Menyukai jelajah hutan sejak usia belasan tahun, mendorong Muhammad Rizki (30), untuk mendirikan Tim Ekspedisi Belukar, di kampungnya, Nagari Saniangb
Penulis: Nandito Putra | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Menyukai jelajah hutan sejak usia belasan tahun, mendorong Muhammad Rizki (30), untuk mendirikan Tim Ekspedisi Belukar, di kampungnya, Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Keanekaragaman hayati di Nagari Saniangbaka masih cukup terawat.
Saniangbakar adalah salah satu nagari yang berbatasan langsung dengan hutan lindung Bukit Barisan.
Nagari ini juga terletak di pinggiran danau Singkarak.
Jauh sebelum mendirikan Kelompok Belukar, Rizki sudah rutin keluar masuk hutan, bahkan sejak ia masih di bangku SMP.
• Kisah Pelarian Pelaku Penggelapan Dana Sapi Kurban Bukittinggi, Kabur ke Surabaya Jadi Tukang Sablon
"Hampir sebagian besar hutan di dekat sini sudah saya jelajahi," katanya kepada Tribunpadang.com, Rabu (1/2/2023).
Rizki mengatakan, Tim Ekspedisi Belukar berada di bawah naungan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Saniangbaka.
Di Saniangbakar sendiri ada tiga jenis wisata yang dikelola Pokdarwis, yaitu tracking atau jelajah alam, olahraga motor terabas dan paralayang.
Salah satu potensi yang dimiliki Saniangbakar, kata Rizki, adalah kawasan hutan yang masih terjaga.
Alasannya mendirikan Kelompok Belukar yaitu untuk memastikan bahwa kawasan hutan tetap lestari, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa hutan tersebut menyimpan banyak flora langka.
Baca juga: Kisah Fatmiyeti Kahar, Menyingkap Tabir Gelap Kasus Kekerasan Perempuan
Potensi yang berharga di hutan Saniangbaka adalah habitat bunga Rafflesia Arnoldi.
Rizki sendiri yang menemukan keberadaan bunga langka itu pada 2014 silam.
Ia mengatakan, keberadaan bunga rafflesia di hutan Saniangbakar sebelum ini jarang diketahui, termasuk tumbuhan lainnya.
"Orang hanya menyebut tanaman tersebut langka, padahal di hutan ini ada. Karena belum dilihat secara langsung, sudah dicap langka," katanya.
Di kelompok Belukar, ada beberapa anggota yang masuk kepengurusan. Tetapi yang hanya aktif berdua orang saja, yaitu Rizki dan sepupunya, Muhammad Fadli.
Mereka berdualah yang saat ini rutin melakukan jelajah alam untuk memastikan keanekaragaman hayati di hutan tetap terjaga.
• Bunga Raflesia Mekar Lagi di Rumah Joni Hartono Palupuah Agam, Bisa Dilihat hingga Sepekan ke Depan
Perkumpulan Belukar sendiri baru didirikan pada tahun 2021 lalu.
Namun, pengalaman Rizki dan Fadli sudah cukup mumpuni di bidang flora.
Mereka berdua hapal nama-nama ilmiah tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan.
Saat memandu Tribunpadang.com menuju lokasi keberadaan rafflesia di hutan Saniangbaka, Rabu (1/2/2023), Rizki dan Fadli saling sebut-menyebut nama ilmiah jamur yang ditemui di sepanjang jalan.
Rizki mengatakan dirinya belajar jenis dan karakteristik tumbuhan secara otodidak.
Mereka juga tergabung sebagai anggota whatsapp grup dan facebook yang konsen pada hutan dan lingkungan.
"Tapi kalau cuma dihapal saja, tidak akan bisa. Kita harus turun ke hutan lihat wujud tumbuhan itu," ujarnya.
Kelompok Belukar pernah memandu kunjungan beberapa turis asing dan peneliti dari Kebun Raya Bogor.
Selain itu juga ada dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum yang datang untuk melihat bunga rafflesia.
"Kami memasang tarif 100 ribu per orang untuk menawarkan jasa memandu jelajah di sini," katanya.
Harga tersebut, kata Rizki, cukup terjangkau. Terlebih lagi momen adanya rafflesia yang mekar sempurna jarang terjadi.
Kalau dibandingkan dengan tempat lain, kata Rizki, seperti di Agam, per orang dikenakan biaya 200 ribu untuk menggunakan jasa pemandu.
"Nilai lebihnya di sini tidak hanya melihat rafflesia, tetapi juga mendapatkan edukasi soal alam dan flora yang ada," katanya.
Itulah sebabnya, kata Rizki, pemandu wisata alam harus menguasai pemahaman soal lingkungan dan menjaga kelestarian hutan.
Saat ini sedikitnya ada 8 bonggol rafflesia yang akan mekar dalam tahun ini. Itu baru di satu titik.
Sedangkan di titik lainnya, kata Rizki, juga ada beberapa bonggol yang akan mekar.
Saat Tribunpadang.com sampai di lokasi tersebut, satu bunga rafflesia tampak mekar.
Tak jauh dari situ, ada satu bonggol besar yang diperkirakan akan mekar dalam tiga hari ke depan.
Kemudian di sekeliling bonggol yang akan mekar itu terdapat 7 bonggol kecil, mulai dari seukuran bola kasti hingga sebesar kepala anak kecil yang menunggu mekar.
"Ini belum tentu semuanya berhasil mekar. Kalau cuaca terlalu panas, bisa-bisa bonggol ini membusuk," kata Rizki.
(TribunPadang.com/Nandito Putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Muhammad-Rizki-saat-berada-di-hutan-yang-ditumbuhi-bunga-Rafflesia-Arnoldi.jpg)