Tim PKM Prodi Akuntansi Universitas Bung Hatta Dorong Pemasaran Dendeng Rinuak Secara Digital

Tim PKM Prodi Akuntansi Universitas Bung Hatta memberikan pelatihan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dendeng Rinuk di Lubuk Basung ...

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Fuadi Zikri
Istimewa
Tim PKM Prodi Akuntansi Universitas Bung Hatta memberikan pelatihan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dendeng Rinuak di Nagari Lubuk Basung, Danau Maninjau, Kabupaten Agam. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim PKM Prodi Akuntansi Universitas Bung Hatta memberikan pelatihan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dendeng Rinuk di Nagari Lubuk Basung, Danau Maninjau, Kabupaten Agam.

Tim terdiri Dr. Dwi Fitri Puspa, S.E., M.Si., Ak., CA., sebagai Ketua PKM Prodi Akuntansi bersama anggota tim Herawati, S.E., M.Si., Ak., CA., dan Neva Novianti, S.E., M.Acc., beserta Nailal Husna, S.E., M.S., dari Prodi Manajemen. 

Pelatihan ini bagian program insentif pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) didanai Dikti. 

Dwi Fitri Puspa mengatakan, dendeng rinuak merupakan salah satu produk yang unik, sebab biasanya dendeng hanya dikenal terbuat dari daging sapi.

Hadirnya produksi dendeng rinuak telah memperkaya kekhasan masyarakat Minang yang aroma dan rasanya yang gurih dan dikemas sebagai makanan yang relatif tahan lama. 

Baca juga: Hilirisasi Produk Hasil Penelitian, UBH Teken Kerjasama dengan PT. Nanotech Indonesia Global Tbk

Pada pelatihan digital marketing dan aplikasi keuangan praktis, pelaku bisnis dendeng rinuak diberikan pengetahuan, pelatihan dan keterampilan dari narasumber berasal dari praktisi dan akademisi.

"Pelatihan yang disajikan dalam bentuk konsep digital marketing dan laporan keuangan sederhana ini menarik perhatian, UMKM juga antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan," ujar Dwi Fitri Puspa, Kamis (22/12/2022)

Dwi Fitri Puspa menambahkan produk dendeng rinuak milik pelaku UMKM juga dipromosikan ke berbagai media sosial berbayar.

Di antaranya review selebgram, promosi Info Sumbar, Instagram sponsor, Facebook Ads, Videoa, Minanglipp, Instagram Info PKU, dan Google Ads. 

"Diharapkan pelaku UMKM di Lubuk Basung ke depannya sudah sangat familiar menggunakan media sosial untuk memperkenalkan, mempromosikan produk sehingga lebih dikenal oleh penggemar kuliner tidak hanya di Sumatera Barat tetapi juga oleh wisatawan dari daerah lainnya," ujarnya.

Baca juga: Universitas Bung Hatta Buka Program Mahasiswa Magang ke Eropa, Bersama Markija Berdaya

Dwi Fitri Puspa mengatakan pemasaran berbasis digital dipastikan jangkauannya lebih luas tanpa batas, dan diharapkan permintaan pelanggan di luar Lubuk Basung sebagai sentral produksi dendeng rinuak semakin meningkat.

Tak hanya itu, tim secara khusus mendesain program aplikasi keuangan praktis yang sangat mudah digunakan pelaku UMKM dendeng rinuak yang tergabung dalam forum UMKM Lubuk Basung. 

Program dan aplikasi ini diberi nama Buku Kadai yang bisa menampilkan buku kas dan laporan laba rugi yang akan sangat membantu pelaku bisnis UMKM.

"Penggunaan aplikasi keuangan dengan dukungan teknologi digital ini mempermudah pelaku usaha memperoleh informasi keuangan untuk mengukur kinerja bisnis," ujar Dwi Fitri Puspa.

Dwi juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pelaku UMKM yang telah mengikuti kegiatan dengan motivasi yang kuat untuk segera beradaptasi dengan trend bisnis di era digital. 

"Pelaku usaha dendeng rinuak di era digital ini diharapkan dapat segera menyesuaikan aktivitas bisnisnya dengan perkembangan teknologi digital," ujarnya. (TribunPadang.com/Rima Kurniati)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved