Harimau di Agam

Dilema Warga Palupuh Agam Berkonflik dengan Harimau: ke Ladang Takut, Tak ke Ladang Gagal Panen

Sejak harimau mendatangi lokasi ladang warga di Palupuah, Nagari Pasia Laweh, Agam, Sumatera Barat, membuat aktivitas warga terganggu.

istimewa
Seekor harimau Sumatera terekam camera trap di kawasan Palupuh, Agam, Sumatera Barat, Selasa (6/12/2022) 

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Sejak harimau mendatangi lokasi ladang warga di Palupuah, Nagari Pasia Laweh, Agam, Sumatera Barat, membuat aktivitas warga terganggu.

Salah satunya dirasakan oleh Nazarudin, seorang petani yang telah memasuki usia senja.

Nazarudin, saat ditemui TribunPadang.com pada Jumat (9/12/2022) kemarin, tengah berada di halaman rumahnya.

Aktivitas Nazarudin saat itu, sedang menjemur padi yang baru siap dipanennya di sawah.

Terhitung sudah 5 hari sejak kemunculan perdana harimau di sekitar sawah dan ladang warga itu, membuat Nazarudin takut pula untuk keluar rumah.

Baca juga: Teror Harimau Bikin Takut Warga di Palupuah Agam, Aktivitas ke Ladang Dihentikan Sementara

“Yo semenjak harimau ko tibo, tahambek kito, capeknyo diusia lah (semenjak harimau ini tiba, terhambat (aktivitas) kita, secepatnya di usirlah),” ungkap Nazarudin dalam bahasa Minang itu.

Arti dari perkatakan Nazarudin itu, mengatakan bahwa semenjak kehadiran harimau tersebut, menghambat aktivitas dia.

Nazarudin juga meminta, supaya harimau itu segera diusir dari wilayah Jorong Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Agam, Sumatera Barat itu.

Biasanya, Nazarudin sudah memulai aktivitas ke ladang dan ke sawah sejak pagi hari, di setiap harinya.

Namun, Nazarudin mengaku juga tak terlalu lama untuk bekerja, sebab usianya yang sudah tak lagi muda.

Baca juga: Detik-Detik Harimau Hampir Terkam Kepala Warga di Palupuah Agam, Diserang dari Jarak 3 Meter

Nazarudin, mengaku sudah berumur sekitar 70 tahun. Dan saat ini hanya ke ladang untuk sekadar berolahraga dan cadangan bahan pangan saja.

Saat ditemui di rumahnya itu, Nazarudin menyebut sangat iba dengan nasib sawahnya dan ladang warga yang didatangi harimau pada Senin (5/12/2022) itu.

Sebab, kata Nazarudin, hasil bumi di sana barulah mulai mekar. Atau bisa disebut juga akan memasuki masa panen.

Nazarudin merinci, di minggu ini seharusnya warga sudah ramai ke ladang untuk menyiangi padi di sawahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved