Solok Selatan

Solok Selatan Berpotensi Jadi Sentra Energi Terbarukan

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Harris, ST, MT mengatakan potensi energi terbarukan di Solok Selatan sangat besar.

Penulis: rilis biz | Editor: afrizal
IST
Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM di Golden Arm, Harris, ST, MT. 

PADANG ARO - Berlimpahnya sumber daya alam yang ada di Kabupaten Solok Selatan menjadikan kabupaten ini berpotensi untuk mengembangkan sumber energi terbarukan yang besar.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Harris, ST, MT mengatakan saat ini Indonesia tengah menuju transisi energi dari energi fosil menuju energi terbarukan.

"Saya senang bisa menyampaikan bahwa potensi energi terbarukan di Solok Selatan sangat besar, terutama geothermal dan hidro," kata Harris di Golden Arm, Rabu (30/11/2022).

Dengan dicanangkannya Solok Selatan menjadi sentra sorgum, maka potensi peningkatan sumber energi ini akan menjadi lebih besar. Sebab sorgum selain bisa dijadikan sumber pangan dan pakan, juga bisa dijadikan sebagai salah satu sumber energi pengganti batu bara dan bahan bakar minyak.

"Potensi geothermal di Solok Selatan mencapai 310 megawatt. Ini jadi modal besar untuk dikembangkan ke depan dan menjadikan Solok Selatan tidak hanya sentra sorgum tapi juga sentra energi terbarukan lainnya," imbuh dia.

Baca juga: 387 Siswa SD dan SMP di Sangir Balai Janggo Terima Bantuan, Seragam Sekolah dari Pemkab Solsel

Di hadapan Harris, Bupati Solok Selatan H. Khairunas memaparkan bahwa Solok Selatan merupakan daerah yang kaya akan panas bumi dan air karena memiliki banyak sungai.

Saat ini Solok Selatan sudah ada satu pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan tiga pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMh).

"Di samping geothermal, kami ini daerah seribu sungai. Ada tiga pembangkit dari air, 1 geothermal, jadi ada 4 pembangkit," ungkapnya.

Untuk diketahui, pemerintah pusat telah mencanangkan program transisi ke energi terbarukan. Targetnya pada 2060 mendatang Indonesia tak lagi menggunakan energi fosil, karena seluruhnya sudah digantikan dengan energi terbarukan.

Saat ini secara total 88 persen sumber energi Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil, sedangkan energi terbarukan baru mencapai 12 persen saja.

Sehingga, kata Harris, dengan sumber daya alam yang dimiliki oleh Solok Selatan saat ini tinggal bagaimana menjaga dan mengelolanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (rls)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved