BKSDA Sumbar soal Kemunculan Babi Hutan: Menggembirakan bagi Harimau, Pasokan Makanannya Melimpah

Babi hutan belakangan ini sering muncul ke pemukiman. Bahkan seperti di Pariaman, satwa ini keluar hutan dan melukai penduduk. Ardi Andono menyebut ..

Penulis: Nandito Putra | Editor: muhammad fuadi zikri
Tribunnews.com
Ilustrasi babi hutan. Babi hutan belakangan ini sering muncul ke pemukiman. Bahkan seperti di Pariaman, satwa ini keluar hutan dan melukai penduduk. BKSDA Sumbar sebut pakan Harimau Sumatera jadi melimpah. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Babi hutan belakangan ini sering muncul ke pemukiman. Bahkan seperti di Pariaman, satwa ini keluar hutan dan melukai penduduk.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Ardi Andono, saat ini telah terjadi peningkatan populasi babi di dalam kawasan hutan.

Ia mengatakan, babi hutan memang menyukai tempat seperti pemukiman warga karena adanya ketersediaan makanan seperti tanaman, sampah dan tanah yang lembab mengandung cacing.

"Laporan dari petugas Semen Padang pun, babi sering melintas kembali di sekitar pabrik dan pemukiman," katanya melalui keterangan tertulis.

Menurutnya, peningkatan jumlah babi hutan menunjukkan tren positif bagi ketersediaan mangsa Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Baca juga: Detik-detik Mencekam, Cerita Bocah Padang Pariaman Baku Hantam Hadapi Serangan Babi Hutan

"Ini berita yang menggembirakan bagi kita," kata Ardi.

Ketersediaan mangsa bagi harimau di kawasan hutan diharapkan bisa mengurangi gesekan dengan manusia.

Pasalnya, kata Ardi, dalam satu tahun belakang, populasi babi hutan mengalami penurunan drastis lantaran virus flu babi Afrika (African swine fever/ASF) di Sumatera yang menyebabkan kematian puluhan ribu babi.

Seturut berkurangnya populasi babi di hutan, telah memicu peningkatan kemunculan harimau di pemukiman penduduk.

Dari penelusuran yang dihimpun Tribunpadang.com dari berbagai pemberitaan di media, sedikitnya ada 18 kali gesekan harimau dengan manusia pada 2021.

Baca juga: 4 Hari di Rumah Sakit, Bocah Padang Pariaman yang Diseruduk Babi Hutan Kini Sudah Pulang ke Rumah

Bila direntang dari 2018 hingga pertengahan 2022, sedikitnya media telah memberitakan 45 kali kemunculan harimau yang tersebar di lima kabupaten di Sumbar.

Rata-rata, harimau muncul ke pemukiman dan memangsa ternak. Penemuan jejak harimau di dekat pemukiman juga melihatkan adanya pergeseran cakupan jelajah harimau keluar dari hutan.

Untuk itu, Ardi menghimbau kepada masyarakat, terutama organisasi persatuan olahraga buru babi atau Porbi, untuk tidak membasmi habis babi hutan.

"Kita imbau untuk digiring kembali ke hutan," kata Ardi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved