Kota Padang

Dijamin Terlindungi, Nurani Perempuan Dorong Korban Kekerasan Seksual Buka Suara

Direktur WCC Nurani Perempuan Rahmi Meri Yanti mengatakan jangan berusaha menutupi kasus kekerasan pada perempuan, apalagi kasus kekerasan seksual

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rima Kurniati
WCC Nurani Perempuan bersama LBH Padang siap membantu mengadvokasi korban ataupun untuk pemulihan mental korban kekerasan seksual. Ini dikatakan Direktur WCC Nurani Perempuan Jumat (25/11/2022) saat jumpa pers di Kantor WCC Nurani Perempuan Padang 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan mendorong agar masyarakat maupun korban kasus kekerasan seksual untuk membuka diri atau speak up.

Direktur WCC Nurani Perempuan Rahmi Meri Yanti mengatakan jangan berusaha menutupi kasus kekerasan pada perempuan, apalagi kasus kekerasan seksual yang dialami korban yang dibawah umur.

Sebab anak yang menjadi korban kasus kekerasan seksual, mereka tidak dilindungi, maka akan berdampak pada psikologi dan maaa depannya.

"Anak ini juga rentan menjadi korban kekerasan seksual kembali pada tahun berikut. Saat beranjak dewasa mereka juga mudah terjerat prositusi, sebagau cara mencari sesuatu yang membuatnya aman, karena tidak didapat sejak kecil," ujar Rahmi, Jumat (25/11/2022)

Ia menambahkan, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan selama Januari hingga November sebanyak 51 kasus.

Baca juga: WCC Nurani Perempuan: Pelaporan Kasus Kekerasan Seksual Masih Sulit, Korban Dibebankan Bukti

Angka ini merupakan jumlah korban yang melaporkan ke WCC Nurani Perempuan.

Korban kekerasan seksual didominasi usia 0-17 tahun atau anak dibawah umur sebanyak 30 korban

"Lalu usia dewasa 18 tahun keatas sebanyak 21 tahun," ujarnya.

Rahmi Meri Yanti menambahkan, Pemerintah telah mensahkan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) pada bulan Mei 2022 lalu.

Dengan ada UU TPKS ini terdapat jaminan perlindungan bagi korban kekerasan seksual.

Baca juga: Update 2 Bocah di Padang Jadi Korban Kekerasan Seksual, Polisi Periksa Ibunya, dan 2 Pelaku Buron

Kehadiran UU TPKS ini juga semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melapor, apalagi jika sosialisasi UU ini secara masif disemua lini.

"Dari data Nurani Perempuan terlihat bahwa kekerasan seksual tidak hanya terjadi di rumah tetapi juga terjadi di ruang publik. Sehingga semua orang perlu mendapatkan pengetahuan dan pemahaman UU TPKS ini, agar kesadaran masyarakat terus meningkat," ungkapnya. (TribunPadang.com/ Rima Kurniati)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved