Gelar Forum Keselamatan Ketenagalistrikan, PLN Sebut Siap Hilangkan Jaringan di Udara Kawasan Wisata

PLN UID Sumbar tidak akan membiarkan pasokan listrik terganggu pada saat terjadinya bencana alam. Disampaikan oleh Senior Manager Distribusi PLN ...

Penulis: Rezi Azwar | Editor: muhammad fuadi zikri
BPBD Kota Padang
Ilustrasi - Minibus ditimpa tiang listrik di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumbar, Jumat (17/12/2021) 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PLN UID Sumbar tidak akan membiarkan pasokan listrik terganggu pada saat terjadinya bencana alam.

Hal itu disampaikan oleh Senior Manager Distribusi PLN UID Sumbar, Anton Sugiarto, dalam Forum Keselamatan Ketenagalistrikan Bersama Stakeholder.

"Kami ada petugas inspeksi, sehingga jika ada bencana alam yang bisa menghambat penyaluran aliran listrik, itu kami inspeksi lebih dini," kata Anton Sugiarto.

Ia mengatakan, bencana ini seperti adanya pergerakan tanah atau adanya tiang listrik yang tergerus aliran sungai sehingga diambil tindakan antisipasi.

"Dengan melakukan antisipasi, kejadian bencana banjir dan longsor serta lainnya tidak mengganggu pasokan listrik. Petugas pelayanan ini beroperasi selama 24 jam," kata Anton Sugiarto.

Baca juga: Cuaca Buruk Masih Berlanjut, Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Kabel di Koto Tangah Padang

Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Kabel di Jalan Gereja Padang, PLN Sebut 3 Gardu Mengalami Gangguan Listrik

Dikatakannya untuk wilayah Sumatera Barat dalam kondisi aman walaupun dilanda cuaca buruk selama beberapa hari belakangan.

"Terkait instalasi di rumah pelanggan, itu ranahnya pelanggan sendiri yang melaporkan terkait instalasinya. Kita minta aktif untuk melaporkannya dan melengkapi Sertifikat Laik Operasi (SLO)," katanya.

Anton Sugiarto mengatakan, terkait pembangunan jaringan aliran listrik yang digunakan oleh PLN masih menggunakan jaringan udara.

"Namun, kalau ada permintaan khusus dari Pemerintahan Daerah atau Pemerintahan Kota atau Kabupaten, akan membuat kawasan destinasi wisata tanpa adanya instalasi di udara bisa mengirimkan surat," katanya.

Dikatakannya, surat permintaan itu akan dijadikan justifikasi untuk rehab investasinya, namun untuk inisiatif PLN sendiri belum dalam waktu dekat ini.

"Karena kita masih prioritas terhadap daerah yang belum masuk aliran listrik, jadi anggaran PLN lebih ke daerah yang terjangkau listrik," pungkasnya. (TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved