Tindak Lanjut Batalnya Landmark Lembah Harau, BKSDA Sumbar Ajak Rapat Masyarakat Setempat

Pasca pembatalan rencana pembangunan Landmark Lembah Harau itu, pihaknya juga akan menggelar pertemuan dengan masyarakat Harau dan juga pihak terkait

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Rahmadi
Instagram BKSDA Sumbar
Rancangan landmark yang bakal dibangun Balai BKSDA Sumatera Barat di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) bakal menggelar pertemuan dengan masyarakat Harau Kabupaten Limapuluh Kota.

Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan Landmark Lembah Harau Lima Puluh Kota Provinsi resmi dibatalkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ardi Andono kepada TribunPadang.com, Rabu (9/11/2022).

Ardi mengatakan, rencana pembangunan Landmark yang diinisiasi BKSDA atas keinginan masyarakat setempat itu resmi dibatalkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ia melanjutkan, pasca pembatalan rencana pembangunan Landmark Lembah Harau itu, pihaknya juga akan menggelar pertemuan dengan masyarakat Harau dan juga pihak terkait lainnya.

Baca juga: Dibatalkan Kementerian LHK, BKSDA Sumbar Tak Jadi Bangun Landmark Lembah Harau

Kata dia, pertemuan akan digelar pada Kamis (10/11/2022) di Kantor BKSDA.

Tujuannya, kata dia, untuk mencari kesepakatan bersama, hingga tindak lanjut pasca pembatalan pembangunan Landmark Lembah Harau.

"Mencari solusi di tingkat tapak, terkait pengelolaan tempat wisata di Harau ke depannya," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sejumlah pihak yang akan dipertemukan itu ialah Pemda Lima Puluh Kota, Wali Nagari Tarantang Lubuk Limpato, Wali Nagari Harau.

KAN Tarantang, KAN Harau, Ketua Bamus Tarantang, serta Bamus Harau.

Baca juga: Komentari Rencana Landmark di Lembah Harau, Mahyeldi: Agar Dikenal Tidak Harus Itu, Banyak Cara Lain

Selain itu, yang juga diundang dalam pertemuan ini ialah akademisi dari Universitas Andalas (Unand), Pusat Studi Pariwisata Universitas Andalas, akademisi dari UMSB.

Lalu, Puslitbang Geopark dan Lingkungan Hidup Universitas Taman Siswa, akademisi dari Universitas Negeri Padang, Ahli Geologi Sumatera Barat, hingga Dinas Pariwisata Sumatera Barat.(TribunPadang.com/Wahyu Bahar)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved