Gagal Ginjal pada Anak
Gubernur Mahyeldi Minta Kepala Daerah di Sumbar Serius Menangani Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak
Gubernur Mahyeldi meminta bupati/ wali kota di Sumbar untuk melihat perkembangan gangguan ginjal akut di daerah masing-masing.
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi meminta semua kepala daerah di Sumbar serius melakukan penangan penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak.
Ia meminta bupati/ wali kota di Sumbar untuk melihat perkembangan gangguan ginjal akut di daerah masing-masing.
"Apa hal yang sama juga terjadi di daerah? makin banyak data makin banyak informasi maka akan lengkap sehingga akan tepat apa yang kita lakukan ke depan," ujar Mahyeldi usai welcome dinner Kapolda Sumbar, di Aula Gubernuran Sumbar, Kamis (20/10/2022) malam.
Adapun kata dia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar secara intensif terus berkoordinasi, mengevaluasi serta memberikan rekomendasi apa yang harus dilakukan pihaknya.
"Jajaran Dinkes (Dinas Kesehatan) provinsi dan kabupaten/ kota harus lebih serius mengetahui, mendalami dan menghadirkan langkah-langkah antisipasi," katanya.
Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Berikut Tips Aman Pilih Obat dari Kemenkes RI
Diketahui sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumbar mencatat, sejak akhir Juli 2022 mencatat 22 kasus penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal yang diderita anak.
12 orang anak diantaranya meninggal dunia, empat orang masih di rawat dan enam orang sudah dinyatakan sembuh.
Kepala Dinkes Sumbar Lila Yanwar mengatakan, 10 orang meninggal dunia saat menjalani masa perawatan di RSUP M Djamil.
Dua orang lainnya meninggal di RS Rasidin dan RS di Mentawai, yang tak sempat dirujuk ke RSUP M Djamil.
"Memang akhir-akhir ini memang ada kejadian, penyebab penyakitnya belum ditemukan tapi berkaitan dengan ginjal dan masih misterius," kata Mahyeldi lagi.
Baca juga: Pasien Gagal Ginjal Akut di Padang Kena Gangguan Neurologis, Tak Bisa Bicara Lagi di Usia 4 Tahun
Imbau Masyarakat Ikuti Seruan Kemenkes, BPOM hingga IDAI
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti seruan dari Kemenkes, BPOM hingga IDAI, berkenaan dengan ditemukannya kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak.
Masyarakat diminta patuhi arahan soal pembelian obat yang mesti melalui resep dokter, apalagi obat-obatan sirop.
Selain itu, mengenai sejumlah obat yang dinyatakan BPOM mesti ditarik dari pasaran, produsen atau penjual obat-obatan diminta tidak menjualnya.
"Tentu kita akan koordinasi dengan BPOM bagaimana langkah sistematis untuk melakukan pengawasan, dan mendeteksi," katanya.
"Mudah-mudahan dengan upaya yang dilakukan segala sesuatunya bisa diantisipasi, dan penyakit yang ada bisa diminimalisir, dan langkah bersama bisa kita lakukan," pungkas Mahyeldi. (TribunPadang.com/Wahyu Bahar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Gubernur-mahyeldi-gagal-ginjal-akut.jpg)