Kota Padang

Denis Cemas Lihat Awan Hitam di Laut, Berharap Tak Hujan, 2 Pekan Tak Jualan Akibat Cuaca Buruk

Denis cemas dan tetap berharap awan gelap yang membawa hujan itu tidak sampai ke daratan, agar ia tetap bisa berjualan.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: afrizal
TribunPadang.com/WahyuBahar
Denis Andalisa (39) termenung di depan lapak dagangannya di Pantai Puruih Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (10/10/2022). Awan gelap di seberang lautan membuat ia cemas, karena bisa-bisa ia tidak berjualan jika hujan beranjak ke daratan. Sebelumnya, hampir dua pekan ia tak jualan lantaran Kota Padang acap kali diterpa badai pada sore hingga malam hari. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Denis Andalisa (39) mulai cemas.

Ia melihat ke seberang lautan Pantai Padang, ada awan gelap yang seolah akan merangsek ke daratan.

Denis cemas dan tetap berharap awan gelap yang membawa hujan itu tidak sampai ke daratan, agar ia tetap bisa berjualan.

Ia ditemui TribunPadang.com pada Senin (10/10/2022) sore di lokasi berjualannya yaitu di depan Rusunawa Pantai Purus Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.

Saat itu ia baru selesai memasang tenda, payung dan kursi untuk pembeli.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Pantai di Kota Padang, Rekomendasi Dikunjungi Bersama Keluarga di Akhir Pekan

Ibu tiga orang anak ini mengaku baru kembali menggelar lapak dagangan di Pantai Puruih Padang sejak dua hari terakhir.

Sebelumnya, sekira sepuluh hari ia tak jualan lantaran badai yang melanda Kota Padang dan acap kali terjadi pada sore hingga malam hari.

Lapak pedagang di Pantai Puruih Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (10/10/2022). Awan gelap di seberang lautan membuat pedagang cemas karena bisa-bisa ia tidak berjualan jika hujan beranjak ke daratan.
Lapak pedagang di Pantai Puruih Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (10/10/2022). Awan gelap di seberang lautan membuat pedagang cemas karena bisa-bisa ia tidak berjualan jika hujan beranjak ke daratan. (TribunPadang.com/WahyuBahar)

Sedangkan, jam-jam tersebut ialah waktu baginya untuk menggelar lapak berbagai makanan dan minuman.

Denis setiap harinya menjual berbagai macam makanan seperti kerupuk kuah, langkitang, pensi, jagung bakar dan berbagai macam minuman, dengan catatan tidak dilanda cuaca buruk.

"Dulu suami masih bisa melaut, tapi saat ini tak bisa lagi, jadi harapan kami ya jualan di pinggir pantai ini," ungkap Denis.

Baca juga: Buntut Penertiban Pedagang di Pantai Padang, LBH Dampingi PKL Lapor ke Komnas HAM

Badai dua pekan terakhir bagi Denis jadi momok, sejumlah payung miliknya robek.

Payung tersebut ialah pelindung bagi pengunjung dari teriknya matahari, atau pelindung di kala hujan.

Sementara payung itu mesti diperbaiki, dan ia mesti menggelontorkan uang untuk upah perbaikan payung.

Beberapa kali, Denis mengira cuaca akan membaik, namun yang terjadi cuaca ekstrem melanda, disaat yang bersamaan ia telah menyiapkan menu makanan yang akan dijual.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved