Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Korban Kerusuhan Suporter Sepak Bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang Bertambah

Korban kerusuhan suporter sepak bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang bertambah.

SURYA/PURWANTO
Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berakhir ricuh. 

TRIBUNPADANG.COM - Korban kerusuhan suporter sepak bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang bertambah.

Hingga kini korban meninggal dunia akibat kerusuhan itu mencapai 130 orang.

Kemudian untuk korban luka-luka bertambah dari 180 orang menjadi 191 orang.

“Korban meninggal dunia 130 orang. Luka-luka total 191 orang. Yang jelas itu mereka berdesak-desakan, diinjak-injak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo dikutip Tribunnews dari Breaking News Kompas TV, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Suporter Semen Padang FC: Sejatinya Sepakbola Hiburan Rakyat

Baca juga: Nasib Liga 2 Indonesia Gegara Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Semen Padang FC Belum Dapat Informasi

Baca juga: Kerusuhan Suporter Sepak Bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Semen Padang FC Sampaikan Ucapan Duka

Sebelumnya Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menduga salah satu penyebab korban meninggal dunia dalam insiden kerusuhan itu ialah karena kehabisan oksigen akibat berdesakan.

“Supporter keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu 10 atau pintu 12. Di saat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kekurangan oksigen," ungkapnya.

Ia juga menyebut, tim gabungan sudah melakukan upaya penolongan dan evakuasi ke rumah sakit.

Di sisi lain, kerusuhan ini juga menyebabkan 13 mobil rusak.

“10 (mobil) di antaranya mobil dinas Polri. Sisanya mobil pribadi,” kata Nico.

Baca juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Manajemen Semen Padang FC: Semua Harus Introspeksi Diri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara pertandingan Liga 1 BRI seusai terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang saat Arema FC vs Persebaya bertanding, Sabtu (1/10/2022).

“Untuk itu saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” ujar Jokowi dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (2/10/2022).

Selain itu, Jokowi juga memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan investigasi terkait kerusuhan yang menewaskan 127 orang ini.

“Khusus kepada Kapolri, saya minta investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” tegasnya.

Jokowi juga meminta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa untuk memantau terkait pelayanan terhadap korban luka akibat kerusuhan ini.

Jokowi berharap tragedi kerusuhan ini menjadi insiden terakhir dalam sepakbola Indonesia.

“Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepakbola di Tanah Air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul UPDATE Jumlah Korban Kerusuhan Arema vs Persebaya: 130 Orang Meninggal Dunia, 191 Luka-luka,

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved