Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Kerusuhan Suporter Sepak Bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Semen Padang FC Sampaikan Ucapan Duka

Tragedi kerusuhan suporter sepak bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang, Semen Padang FC (SPFC) menyampaikan duka cita atas korban meninggal

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rizka Desri Yusfita
instagram/semenpadangfcid
Manajemen Semen Padang FC (SPFC) menyampaikan duka cita atas korban meninggal dalam peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tragedi kerusuhan suporter sepak bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang menyisakan duka mendalam.

Ratusan nyawa melayang di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu.

Manajemen Semen Padang FC (SPFC) menyampaikan duka cita atas korban meninggal dalam peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, berduka cita terkait tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tadi malam," kata CEO Semen Padang FC Win Bernadino, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Tragedi Sepak Bola Indonesia, Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan akibatkan Suporter Meninggal

Baca juga: Sepak Bola Indonesia Berduka, Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Telan Korban Jiwa

Baca juga: Sepak Bola Indonesia Berduka, Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Telan Korban Jiwa

Win Bernadino menyampaikan belasungkawa mewakili manajemen, pemain, pelatih, dan official, serta suporter Semen Padang FC.

Ia berharap adanya introspeksi diri atas kejadian ini.

Menurutnya lebih baik tidak ada pertandingan sepak bola daripada digelar namun menelan korban jiwa.

"Daripada begini, lebih baik tidak ada sepak bola kalau begitu," ujarnya.

Win Bernadino berharap korban luka-luka dalam insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan segera pulih.

"Untuk yang meninggal dunia diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT," kata Win Bernadino.

Selain itu ia juga berharap, keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan sabar menghadapi musibah yang terjadi.

"Bagi kami, semua harus melakukan introspeksi dirilah, tidak ada sepak bola yang sebanding dengan satu nyawa," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan diduga dipicu rasa kekecewaan sejumlah suporter Arema FC terhadap hasil kekalahan melawan Persebaya dengan skor 3-2.

"Selama pertandingan tidak ada masalah. Masalah terjadi ketika usai pertandingan. Penonton kecewa melihat tim Arema FC kalah."

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved