Gempa Sumbar 2009

Niat Rayakan HUT Sang Adik di Padang: Tapi Tessa Olivia Kehilangan Mama, juga Guru Akibat Gempa 2009

isah Tessa Olivia (32), kehilangan orang tuanya bernama Fefti Guslin pada saat hari ulang tahun sang adik ketika gempa 30 September 2009 melanda sebag

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Tessa Olivia (32) saat sedang duduk di kawasan Tugu Gempa Padang, Jalan Khairil Anwar, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (28/9/2022). Ia kehilangan orang tuanya akibat gempa pada 30 September 2009. 

Seminar itu terkait bersama Dinas Perikanan dan Kelautan di Hotel Ambacang Kota Padang.

Pada Kamis (1/10/2009) pagi, ada enam orang korban tertimbun material pertama ditemukan dan dibawa ke RSUP M Djamil Padang.

Pada saat itulah dirinya mengetahui orang tua perempuannya datang ke Padang tanpa didampingi oleh papanya.

"Ternyata berangkat sendiri untuk menghadiri seminar," kata Tessa Olivia yang sudah menikah saat ini.

Selaku anak pertama, Tessa menceritakan bahwa papanya sempat menolak orang tua perempuannya untuk mengikuti seminar.

"Entah kenapa ada temannya datang ke rumah mengajak beliau, tetapi tidak bersamaan berangkatnya," katanya.

Papanya hanya mengantarkan orang tua perempuannya dari Ombilin ke Padang Panjang. Selanjutnya, mamanya naik kendaraan umum ke Padang.

"Setelah sampai, kelaurga di Padang juga tidak dikabari oleh mama. Padahal mama asli orang Padang," kata Tessa.

Setelah gempa, pada Kamis, papa dan adik-adiknya tidak dapat ke Padang karena akses jalan dari Kayu Tanam dan Sitinjau Lauik macet parah.

"Akhirnya yang datang cuma papa, dan mencari ke rumah keluarga di Jalan Koto Baru I, Kota Padang. Kaget keluarganya kalau mama sudah hari Rabu datang," katanya.

Orang tua laki-laki dan saudara mamanya mendatangi Hotel Ambacang dan mendapatkan informasi adanya enam korban pertama ditemukan.

"Awalnya papa mengira hanya luka-luka saja, ternyata tidak, petugas yang ada di Hotel Ambacang menyarankan untuk mendatangi RSUP M Djamil Padang," katanya.

Setelah datang, hanya kantong mayat ditemukan, dan keluarganya memeriksa satu persatu dari kantong tersebut.

"Orang tua saya ditemukan saat membuka kantong yang keenam, papa mengenali dari pakaian dan perhiasan yang dipakai," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved