Gempa Sumbar 2009

Kepala BMKG Ingatkan Potensi Tsunami Pesisir Barat Sumatera Barat, Masyarakat Diminta Siaga Bencana

Terdapat 28 negara di kawasan Samudera Hindia yang masuk dalam kawasan rawan tsunami, salah satunya di Indonesia

Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi
Walikota Padang, Hendri Septa mengajukan pencanangan daerah kesiapsiagaan bencana Tsunami Ready Community kepada Kepala BMKG, Dwikorita Karmawati. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Purus, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ada 28 negara di kawasan Samudera Hindia yang masuk dalam kawasan rawan tsunami, salah satunya di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karmawati, pada acara Tsunami Ready Community, di kawasan Danau Cimpago Pantai Padang, Kelurahan Purus, Kota Padang.

“Indonesia, khususnya Sumatera Barat, masuk dalam kawasan Samudera Hindia dan hal tersebut beresiko terhadap ancaman tsunami di kemudian hari,” kata Dwikorita, Jumat (30/9/2022).

Baca juga: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati: Dibanding Kota Lain, Padang Paling Siap Hadapi Gempa dan Tsunami

Kendati demikian, Dwikorita meminta masyarakat jangan panik dan tetap paham siaga bencana.

Sebab, kata Dwikorita, Indonesia juga ditunjuk untuk menjadi pemimpin dari 28 negara yang berada di kawasan Samudera Hindia terkait penangulangan bencana ini.

“Tanggung jawab kita tentu sangat besar, jangan sampai kalah dengan negara lain dalam hal kesiapsiagaan terhadap bencana,” ujar Dwikorita.

“Impian kita adalah tidak ada korban, sebab bencana ini tak bisa diprediksi atau ditahan, jadi kita upayakan untuk antisipasi tidak ada korban jiwa,” jelas Dwikorita.

Selain itu, Dwikorita mengatakan, berdasarkan keputusan internasional yang dicanangkan Sekretaris Jendral PBB, 100 persen penduduk di zona rawan tsunami harus dilengkapi sistem peringatan dini.

Baca juga: Detik-detik Mengenang 13 Tahun Gempa Sumbar 2009, Sirenei Tsunami Dibunyikan dan Tabur Bunga

Keputusan tersebut, kata Dwikorita, dicanangkanuntuk lima tahun kedepan. Dengan tujuan antisipasi korban jiwa pada saat bencana.

“100 persen penduduk di zona rawan tsunami harus dibekali sistem peringatan dini, dan harus siap dan selamat untuk menghadapi tsunami tersebut,” tambah Dwikorita.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Padang, Hendri Septa mengatakan, Sumatera Barat khususnya Kota Padang memiliki banyak potensi bencana.

“Kita (Kota Padang) punya banyak potensi bencana, seperti banjir, longsor, gempa hingga tsunami,” kata Hendri Septa, Jumat (30/9/2022).

Lalu, Hendri juga menyadari bahwa Kota Padang sangat berisiko terhadap ancaman tsunami dari Samudera Barat.

“Banyak ahli yang menyatakan tentang potensi bencana di Kota Padang, di antaranya itu seperti patahan Megatrusht ini,” jelas Hendri.

Hendri mengharapkan masyarakat sadar dan senantiasa siap siaga terhadap bencana ini.

(TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi)

 

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved