Gempa Sumbar 2009

Cerita Fuad, Penyintas Gempa Padang 2009, Melihat Langsung Detik-detik Gedung Bimbel Gama Ambruk

"Sebelum ambruk, anak-anak banyak terjebak di dalam," kata Fuad Dahler, mengingat insiden runtuhnya tempat Bimbel Gama saat gempa Padang 30 September

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Cerita Fuad, Penyintas Gempa Padang 2009: Melihat Langsung Bagaimana Detik-detik Gedung Bimbel Gama Ambruk 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - "Sebelum ambruk, anak-anak banyak terjebak di dalam," kata Fuad Dahler, mengingat insiden runtuhnya tempat Bimbel Gama saat gempa Padang 30 September 2009.

Fuad Dahler (52), warga Alang Lawas, Kota Padang merupakan seorang dari sekian banyaknya warga Kota Padang yang selamat saat gempa 7,6 skala richter mengguncang wilayah setempat.

Runtuhnya gedung Bimbel Gama di Jalan Proklamasi, Tarandam, Kota Padang menjadi momen yang tak terlupakan bagi ayah empat anak ini.

Baca juga: Mengenang 13 Tahun Gempa 30 September 2009, Ada Doa Bersama di Monumen Korban Gempa Padang

Penyintas gempa Padang itu mengaku, dengan matanya sendiri ia melihat bagaimana detik-detik puluhan anak-anak sekolah yang belajar di sana tertimpa bangunan. 

"Saat gempa, bangunan Gama ini tidak runtuh semuanya. Hanya lantai satu yang runtuh, lantai dua dan tiganya belum," ucap Fuad.

Mantan mandor bangunan itu berkisah, saat gempa terjadi ia tengah berada di rumahnya. Pasca gempa ia ke Gama ingin mencari anak keponakannya yang ia ukitkan bimbel di sana.

"Saya sampai di Gama suasananya sudah mencekam, orang ramai di jalan, anak-anak dan guru bimbel Gama teriak di dalam karena terjebak, tidak bisa keluar," tutur Fuad.

Dia melanjutkan, kondisi bangunan Gama akibat gempa saat itu ambruk di lantai satu, rata dengan tanah. Sementara lantai dua dan lantai tiga dalam keadaan miring.

"Jadi ada jeda sekitar satu jam lebih, mungkin hampir dua jam sebelum ambruk semua. Suasananya sangat gaduh sekali. Di dalam banyak yang terjebak," jelas Fuad.

Baca juga: Petugas BPBD Cat Ulang, Monumen Korban Gempa 30 September 2009 di Kota Padang

Dengan mata berkaca-kaca, Fuad menyebut anak-anak yang terjebak di dalam gedung histeris minta tolong. Ia bersama warga lainnya di luar ruangan berusaha menolong namun sulit.

"Kondisinya membahayakan sekali. Kalau kita paksakan, kita bisa jadi korban juga ketika itu. Bahkan ada yang berinisiatif naik pakai tali ke atas, karena pintu masuknya sudah tidak ada," bebernya.

"Ini yang paling tidak bisa saya lupakan. Ketika itu bangunannya tiba-tiba ambruk. Bunyinya keras sekali, suara anak-anak yang minta tolong itu tidak terdengar lagi," kata Fuad termangu.

Sembari menghirup nafas panjang, Fuad mengatakan, semua orang yang berada di depan gedung Gama histeris. Tak sedikit juga yang pingsan ketika itu.

"Banyak juga orang tua dari anak-anak ini di luar menunggu. Apalagi sebelumnya mereka sempat komunikasi juga dari jendela sebelum ambruk itu," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved