PLN UIW Sumbar

PLN Bagikan 10 Tips Antisipasi Bahaya Listrik, Peduli Keselamatan Masyarakat

LISTRIK adalah kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari. Namun begitu, listrik pun memiliki potensi bahaya yang cukup besar. Potensi bahaya tersebu

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
PLN berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat baik di level Kantor Induk, Unit Pelaksana maupun Unit Layanan Pelanggan tersebar di seluruh Sumbar terkait Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) adalah untuk meminimalkan angka kecelakaan pada masyarakat umum akibat listrik. 

LISTRIK adalah kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari. Namun begitu, listrik pun memiliki potensi bahaya yang cukup besar. Potensi bahaya tersebut bukan hanya dapat menimbulkan kecelakaan, tetapi juga dapat mengancam jiwa.

Rilis yang diterima redaksi, menyebutkan, bahaya listrik yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari di antaranya adalah arus pendek atau korsleting listrik yang diakibatkan ketidampahaman ataupun kelalaian masyarakat.

PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar terus melakukan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan terkait potensi bahaya listrik kepada masyarakat baik di lingkungan Pemerintah Daerah, instansi terkait, hingga ke lingkungan Pendidikan seperti kampus, SMA dan SMP.

Hal ini dilakukan demi keamanan dan keselamatan masyarakat yang berada di sekitar jaringan listrik.

General Manager PLN UIW Sumbar Toni Wahyu Wibowo menuturkan PLN berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat baik di level Kantor Induk, Unit Pelaksana maupun Unit Layanan Pelanggan tersebar di seluruh Sumbar terkait Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) adalah untuk meminimalkan angka kecelakaan pada masyarakat umum akibat listrik.

“Kecelakaan listrik dapat terjadi karena banyak faktor. Kita tidak dapat menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan adalah kelalaian PLN atau kelalaian pelanggan. Ini perlu proses investigasi oleh pihak yang berkompeten secara objektif dan berimbang. Namun kami terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan peduli terhadap potensi bahaya listrik,” ungkap Toni.

Sampainya lagi, sesuai Permen ESDM No 11 2021, batas kewenangan dan tanggung jawab PLN hanya sampai alat ukur atau pembatas (MCB), selanjutnya mulai dari kWh meter hingga instalasi listrik rumah pelanggan adalah sepenuhnya kewenangan dan tanggung jawab pelanggan.

Dua Tujuh
PLN berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat baik di level Kantor Induk, Unit Pelaksana maupun Unit Layanan Pelanggan tersebar di seluruh Sumbar terkait Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) adalah untuk meminimalkan angka kecelakaan pada masyarakat umum akibat listrik.

Oleh karena itu pelanggan perlu melakukan pemeriksaan instalasi listrik oleh Lembaga Inspeksi Teknis (LIT) dan dianjurkan untuk mengecek instalasi listrik rumah secara rutin.

"Lebih sering lebih baik guna meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan atau korsleting tadi. PLN baru bisa mengaliri listrik ke pelanggan sesudah bangunan pelanggan memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang dikeluarkan oleh LIT,” sambung Toni lagi.

Berikut 10 Tips yang dapat dilakukan untuk menghindari masyarakat dari potensi bahaya listrik, diantaranya;

1. Hindari bermain layang-layang di dekat tiang listrik/tower listrik;

2. Hindari membangun dan memperbaiki bangunan dekat jaringan listrik (Jarak aman + 3 meter);

3. Hindari penggunaan stop kontak listrik yang tidak sesuai standar / melebihi beban;

4. Hindari berada di kawasan gardu induk/daerah yang bertanda bahaya peringatan bahaya tegangan listrik;

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved