Advertorial

PT Semen Padang Turut Berduka Atas Wafatnya Prof Azyumardi Azra

PT Semen Padang turut berduka atas wafatnya Prof Dr H Azyumardi Azra, M.Phil., M.A., CBE, cendikiawan Muslim asal Lubuk Alung, Sumbar yang terakhir me

Editor: Emil Mahmud
Youtube Tribunnews
Prof Dr Azyumardi Azra, tokoh nasional asal Sumbar wafat, Minggu (18/9/2022). 

PT Semen Padang turut berduka atas wafatnya Prof Dr H Azyumardi Azra, M.Phil., M.A., CBE, cendikiawan Muslim asal Lubuk Alung, Sumbar yang terakhir menjabat Ketua Dewan Pers periode 2022-2025.

"Mewakili PT Semen Padang kami menyampaikan duka yang mendalam setelah mendengar kabar duka dari Malaysia bahwa Prof. Dr. H Azyumardi Azra berpulang pada Minggu, 18 Setember 2022," ungkap Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar Datuk Tumangguang Basa, Minggu.

Asri menyampaikan, Prof Dr H Azyumardi Azra merupakan tokoh Islam yang tak hanya membanggakan Sumatera Barat, tapi juga Indonesia.

"Kiprah beliau diakui dunia. Hal itu dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diraih beliau di tingkat internasional, seperti Commander of the Most Excellent Order of the British Empire (CBE), dari Kerajaan Britania Raya, Tahun 2010, dan Order of Rising Sun: Gold and Silver Star, dari Kaisar Jepang Tahun 2017," kata Asri Mukhtar.

Baca juga: Genba Gembutsu PT Semen Padang, Asri Mukhtar Apresiasi Unit Pabrik Kantong

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Shofwan Karim mengenang Azyumardi Azra sebagai tokoh asal Sumbar, pemikir Islam modern di Indonesia yang tiada duanya.
Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Shofwan Karim mengenang Azyumardi Azra sebagai tokoh asal Sumbar, pemikir Islam modern di Indonesia yang tiada duanya. (Kompas TV)

Asri Mukhtar mengatakan, sebagai tokoh pemikir Islam yang sukses dalam kariernya sebagai akademisi, pernah menjabat UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Prof Dr H Azyumardi Azra tidak melupakan kampung halamannya, Tanah Minang.

"Beliau tidak pernah melupakan Sumbar. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah buku beliau tentang Minangkabau, salah satunya dari buku berjudul 'Surau: Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi (2003)," kata Asri Mukhtar.

Ketokohan Prof Dr H Azyumardi Azra, lanjut Asri, pantas menjadi teladan bagi generasi bangsa. 

"Beliau tokoh Islam yang seakan tanpa cacat. Beliau pemikir, wartawan, akademisi, dan ulama yang pantas diteladani. Semoga beliau khusnul khotimah, ditempatkan Allah Swt, di tempat yang paling mulia di sisi-Nya," ujar Asri Mukhtar.(*/adv)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved