Padang Panjang

Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang Buka Empat Jalur Pendaftaran Santri Baru, Simak Jadwalnya!

Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2023/2024.

Istimewa/Dok. Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang
Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang, Sumatera Barat membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2023/2024. Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang berlokasi di Jalan RI Dt Sinaro Panjang, Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Kecamatan Padang Panjang Timur, Padang Panjang. 

Sekilas soal Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang

Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang berlokasi di Jalan RI Dt Sinaro Panjang, Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Kecamatan Padang Panjang Timur, Padang Panjang.

Sejarah panjang pondok pesantren ini sudah dimulai sejak 5 April 1928, yaitu tanggal resminya berdiri dan beroperasi.

Awal didirikan, nama pondok pesantren ini adalah Tabligh School.

Namun sebelum itu, kabar didirikannya Tabligh School telah disampaikan surat kabar De Locomotief pada 2 Februari 1928.

Laman resmi Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang menuliskan cikal bakal pesantren ini bermula dari Hotel Merapi.

Hotel Merapi adalah sebuah komplek penginapan milik Entrepreneur Belanda bernama Johannes G Rox.

Hotel yang cukup eksis pada masa Kolonial Belanda itu sudah berdiri sejak 1 Juni 1927 dengan luas 10 x 45 meter.

Melewati masa eksistensi hampir satu abad, kisah pembangunan Tabligh School tidak terlepas dari sejarah panjang Muhammadiyah di Kota Padang Panjang.

Abdul Malik Karim Amrullah yang akrab disapa Buya Hamka merupakan Kepala Madrasah yang pertama.

Santri pertamanya berjumlah 16 orang yang berasal dari berbagai pelosok nagari (setingkat desa) di Sumbar.

Tenaga Pendidiknya waktu itu antara lain Haji Rasul, A.R Sutan Mansur, Buya Hamka, Saalah Jusuf Sutan Mangkuto, Rasjid Idris Dt. Sinaro Panjang.

Dalam perjalanan panjangnya, pondok pesantren ini sempat vakum beberapa kali, salah satunya pada 1932 karena depresi ekonomi.

Kala itu para tenaga pengajar pondok pesantren ini terlibat aktif dalam Comite van Ontvangst untuk menyukseskan Kongres Muhammadiyah ke-19 tahun 1930.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved