Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi Raih Penghargaan ODF, Sukses Terapkan Wilayah Stop Buang Air Besar Sembarangan

"Dalam penilaian ini Bukittinggi dapat penghargaan dengan indikator 100 persen ODF terverifikasi Provinsi Sumatera Barat,"

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
Istimewa/Pemko Bukittinggi.
Kota Bukittinggi meraih penghargaan Kota Open Defecation Free (ODF) dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Sabtu (10/9/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI- Kota Bukittinggi meraih penghargaan Kota Open Defecation Free (ODF) dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Sabtu (10/9/2022).

Penghargaan itu diterima Wali Kota diwakili Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, di Auditorium Poltekkes Kemenkes Padang.

Linda Faroza, mengatakan Kota Bukittinggi menjadi satu dari lima kabupaten kota di Sumatra Barat yang berhasil mendapatkan penghargaan ini.

Pemko Bukittinggi dinilai berhasil dalam mewujudkan wilayah Stop Buang Air Besar Sembarangan (S-BABS) atau Open Defecation Free (ODF). 

Dikatakannya, keberhasilan Pemko Bukittinggi ini juga menjadi salah satu indikator nantinya dalam penilaian Kota Sehat.

Baca juga: Ratusan Murid PAUD, TK dan RA Ikuti Lomba Mewarnai di Pelataran Jam Gadang Bukittinggi

"Dalam penilaian ini Bukittinggi dapat penghargaan dengan indikator 100 persen ODF terverifikasi Provinsi Sumatera Barat," ujar Linda, Sabtu (10/9/2022).

"Ini menjadi suatu prestasi tersendiri, melalui arahan Bapak Wali Kota, setiap kelurahan kita maksimalkan untuk tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan,” sambung Linda.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan apresiasi kepada SKPD terkait dan juga mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Kota Bukittinggi, yang semakin menyadari pentingnya hidup bersih dan sehat. 

Menurutnya, dengan program yang telah disusun dan dilaksanakan untuk mendukung 100 persen ODF ini, dapat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat penurunan angka stunting.

"Jika masyarakat kita sudah terpola hidupnya untuk bersih dan sehat, tidak ada lagi yang BABS, tentu kesehatan anak anak juga akan terlindungi, terjaga dari salah satu penyebab stunting," kata Erman.

Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Mampir ke Martabak Kaka, Kuliner Legendaris di Bukittinggi

"Terima kasih pada seluruh pihak, terutama pada masyarakat Kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Lanjut Linda, penghargaan ini diserahkan oleh Dirjen P2P Kemenkes, pada acara Seminar Nasional Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI). 

Kegiatan ini dihadiri, Dirjen Bina Bangsa Kemendagri, Dirjen P2P Kemenkes Sumbar Dirjen Nakes Kementerian Kesehatan, Ketua Hakli Pusat Bupati-Walikota se-Sumbar, Kadis Kesehatan dan Tenaga Sanitarian Kabupaten Kota  se-Sumbar. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved