Harga BBM Naik
Update Harga BBM Naik: Massa Gerakan Suara Rakyat Sumbar Pasang, Belasan Spanduk Isi Penolakan
Sebagai wujud dari bentuk protes atas kenaikan harga bahan bakar minyak atau harga BBM naik kembali terjadi di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (S
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wujud dari bentuk protes atas kenaikan harga bahan bakar minyak atau harga BBM naik kembali terjadi di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (9/9/2022).
Kali ini, aksi penolakan harga BBM naik dilakukan oleh Aliansi Gerakan Suara Rakyat (Geser) Sumbar di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar.
Pantauan TribunPadang.com jelang ibadah Salat Jumat, puluhan massa aksi memasang belasan spanduk bernada penolakan terhadap harga BBM naik.
Sejumlah spanduk yang bertuliskan terkait reaksi atas harga BBM naik tersebut dipasang di pagar kantor DPRD Sumbar, begitu juga di pagar gerbang utama Kantor DPRD itu.
Sejumlah spanduk itu bertuliskan 'Rakyat Miskin Kota Tolak Kenaikan BBM', BBM Naik, Rakyat Sengsara, 'Oligarki Pestapora', 'Indonesia Gawat Darurat, BBM Naik Rakyat Menjerit', Tolak Kenaikan BBM #Sumbarmelawan'.
'Derita Sudah Naik Seleher Kau Menindas Sampai di Luar Batas, Maka Hanya ada Satu Kata Lawan!', 'Basmi Pecundang Rebut Kemenangan Laawan!!, 'Panggung Rakyat #Turunkan Harga BBM'.
Adapun satu spanduk terpasang di pagar gerbang utama Kantor DPRD Sumbar yang bertuliskan 'Gedung ini disegel!!, Geser Tolak Kenaikan Harga BBM #Sumbarmelawan'.
Seorang orator yang mengaku bernama Revo mengatakan bahwa massa aksi membawa sejumlah keresahan yang hari ini dirasakan masyarakat, utamanya soal kenaikan harga BBM.
Sebelumnya, massa aksi juga sudah menghimpun suara-suara dari masyarakat, baik itu para pedagang di pasar, maupun nelayan di Kota Padang.
Begitu juga dua hari yang lalu, massa aksi juga sudah menggelar panggung rakyat di Tugu Gempa, yang dalam hal ini merespon kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM itu.
"Hari ini (Jumat 9/9/2022) kami langsung menyuarakan keresahan masyarakat di DPRD Sumbar, harapannya aksi kali ini melahirkan pernyataan sikap dari ketua DPRD bahwa Sumbar tolak kenaikan harga BBM," ujar Revo.
Di lokasi, Kapolsek Padang Utara, AKP Mazwanda yang berada di lokasi Kantor DPRD Sumbar mengatakan bahwa jumlah personel kepolisian dari Polresta Padang yang berjaga di lokasi aksi demonstrasi ialah sebanyak 140 orang.
"Kami imbau agar mahasiswa atau untuk tetap menjaga ketertiban selama aksi, silahkan menyampaikan aspirasi namun tidak mengganggu ketertiban umum dan tidak membuat fasilitas umum menjadi rusak," kata Mazwanda.
"Silakan kami mendukung dan akan memberikan rasa aman dan nyaman selama melaksanakan aksi," ujarnya.
(TribunPadang.com/Wahyu Bahar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Wujud-Prot35.jpg)