Harga BBM Naik

Wagub Usul Penyaluran BBM Subsidi Secara Digital, Diduga Masuk ke Perusahaan Tambang dan Sawit

Wakil Gubernur Sumatera Barat atau Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menilai harga bahan bakar minyak atau harga BBM naik dikarenakan, penyaluran BBM subsid

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Wakil Gubernur Sumatera Barat atau Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menilai harga bahan bakar minyak atau harga BBM naik dikarenakan, penyaluran BBM subsidi itu diduga relatif tidak tepat sasaran. Tampak wagub Audy Joinaldy usai menghadiri peresmian pabrik baja di Kota Pariaman, Rabu (9/2/2022) lalu. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Wakil Gubernur Sumatera Barat atau Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menilai harga bahan bakar minyak atau harga BBM naik dikarenakan, penyaluran BBM subsidi itu diduga relatif tidak tepat sasaran.

Lantaran penyaluran yang tidak tepat sasaran, sehingga pemberian BBM subsidi membebani bagi pemerintah pusat.

"Pemerintah pusat tidak sanggup lagi memberikan subsidi untuk BBM subsidi ini yang besarannya sampai membebani APBN," ungkap Audy Joinaldy, Rabu (7/9/2022)

Menurutnya, agar penyaluran BBM subsidi tetap sasaran, maka harusnya dialihkan secara digital saja nantinya.

"BBM subsidi inikan banyak yang (diduga) salah penggunaan, misalnya masuk ke tambang, ke perusahaan sawit yang seharusnya tidak layak," ungkap Audy Joinaldy.

Audy Joinaldy menambahkan seiring naiknya harga BBM ini, penyaluran BBM subsidi harusnya diatur agar lebih tepat sasaran.

"Atas kenaikan harga BBM ini, diharapkan banyak juga sektor ekonomi lainnya yang ikut digerakan," tambah Audy Joinaldy.

Audy Joinaldy meminta masyarakat yang menggunkan mobil pribadi tidak lagi menggunakan BBM subsidi.

Pengendara motopr tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Coco Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (25/2/2018). Pertamax Turbo cs turun harga per 1 September 2022, simak rinciannya di setiap daerah.
Pengendara motopr tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Coco Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (25/2/2018). Pertamax Turbo cs turun harga per 1 September 2022, simak rinciannya di setiap daerah. (Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Tujuannya agar masyarakat yang memang sangat membutuhkanlah yang menerima BBM subsidi ini.

"Untuk mobil pribadi yang sanggup membeli BBM non subsidi, belilah yang non subsidi," ungkapnya.

Audy Joinaldy juga meminta mobil dinas untuk mengisi BBM non subsidi

"Mobil dinas juga harus mengisi BBM non subsidi, namun jumlahnya mobil dinas inikan tidak sebanyak mobil pribadi," ungkap Audy Joinaldy.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menaikan harga BBM subsidi sejak Sabtu (3/9/2022) yang lalu.

BBM jenis pertalite yang biasanya Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10.000 per liter.

Sementara solar naik jadi Rp 8.500 per liter sebelumnya Rp 6.500 per liter. (TribunPadang.com/Rima Kurniati)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved