Harga BBM Naik

Pasca Harga BBM Naik di Sijunjung - Warga Mendadak Kaget, Chris: Serasa Kena Prank

Sejumlah warga yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kinantan, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat

Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/M HAFIZ IBNU MARSAL
Terlihat Warga Sijunjung mengisi BBM di SPBU Kinantan, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, pasca kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022) 

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Sejumlah warga yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kinantan, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), mengaku kaget menyusul harga BBM naik, Sabtu (3/9/2022) siang.

Pemerintah Pusat telah menyesuaikan harga baru BBM, diantaranya BBM Subsidi jenis Pertalite dari harga Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter.

Sementara untuk BBM non subsidi jenis Pertamax yang sebelumnya Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Seorang pengendara mobil yang mengisi BBM di SPBU tersebut, Chris (35) mengaku kaget saat mengetahui harga BBM yang naik.

"Jujur kaget juga karena tiba-tiba naik harganya, kabarnya tanggal 1 September kemaren, tapi tidak jadi, malah sekarang mendadak naik, serasa kena prank pemerintah," ungkap Chris kepada TribunPadang.com, Sabtu (3/9/2022).

Kata Chris, ia merasa kecewa dengan kenaikan harga ini, karena saat ini kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk pasca pandemi Covid-19.

"Memang ada kecewa, karena saat ini ekonomi masyarakat banyak yang terdampak akibat Covid-19, tapi mau bagaimana, kebijakan sudah ditetapkan, kita hanya bisa menjalankannya," ujar Chris.

Ia berharap, pemerintah bisa mengkaji ulang terkait kenaikan harga BBM ini, karena akan sangat berdampak kepada ekonomi masyarakat.

Senada, pengendara lainnya yang mengisi BBM jenis Bio Solar, Andra (25) mengaku kenaikan harga ini sangat berdampak pada usahanya. Disamping itu kata Andra soal harganya yang naik, ternyata untuk mendapatkannya juga sulit.

"Kadang Bio Solar sering habis, kalau harga naik dapatnya mudah boleh juga, tetapi ini susah, kalau bisa harga kembali turun dan dapatnya mudah," ujar Andra.

Terlihat Warga Sijunjung mengisi BBM di SPBU Kinantan, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, pasca kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022)
Terlihat Warga Sijunjung mengisi BBM di SPBU Kinantan, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, pasca kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022) (TRIBUNPADANG.COM/M HAFIZ IBNU MARSAL)

Baca juga: UPDATE Harga BBM Naik - Tanggapi Sopir Angkot, Kadishub Kota Padang : Belum Ada Perubahan Tarif

Sempat Terjadi Antrean BBM

Dilansir TribunPadang, kondisi serupa terlihat saat para pengendara roda dua atau pemotor, yang mengisi BBM di SPBU 14.251.510 Air Tawar, Kota Padang kaget dengan naiknya harga BBM pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Seorang pengendara Ijet mengaku, tidak mengetahui harga Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter.

"Kaget, biasanya ngisi full hanya Rp 30.000 kini jadi Rp 40.000," ungkap Ijet, saat ditemui TribunPadang.com, Sabtu (3/9/2022)

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved