Gempa Mentawai

Ruangan SD 11 Simalegi Rusak Berat akibat Gempa Mentawai, Proses Belajar Mengajar Ditiadakan

Ruangan SD 11 Simalegi rusak berat akibat gempa Mentawai, Senin (30/8/2022). Akibatnya, ruangan tersebut tidak bisa dipakai untuk proses belajar

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rizka Desri Yusfita
istimewa
Gempa Mentawai berkekuatan M6,4 menyebabkan sejumlah kerusakan ringan di Siberut, Kep Mentawai Sumatera Barat, Senin (29/8/2022) 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Ruangan SD 11 Simalegi rusak berat akibat gempa Mentawai, Senin (30/8/2022).

Kepala Badan Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mentawai Novriadi mengatakan, terdapat empat ruangan kelas yang rusak berat.

Akibatnya, ruangan tersebut tidak bisa dipakai untuk proses belajar mengajar para siswa.

"Satu unit bangunan sekolah SD 11 Simalegi rusak berat, dan proses belajar mengajar diliburkan karena kondisi di sekolah masih belum bisa dilakukan PBM," ungkapnya, Rabu (31/8/2022)

Baca juga: Warga Desa Simalegi Mulai Tinggalkan Lokasi Pengungsian Sehari Pasca Gempa Mentawai

Baca juga: PMI Sumbar Siagakan Personil, Siapkan Bantu Korban Gempa Mentawai

Sementara itu, bangunan yang rusak ringan seperti pukesmas, SMPN 3 Simatalu dan kantor Camat Siberut Barat masih bisa digunakan.

"Aktivitas di Pukesmas tetap jalan karena kerusakan ringan pada pukesmas seperti retak pada dinding," ungkapnya.

Lanjutnya, begitu juga SMP 3 Simatalu juga rusak ringan dan begitu juga dengan kantor camat Siberut Barat.

Sementara bangunan yang kondisinya rusak sedang itu Gereja Katolik Stella Maris Betaet.

"Gereja ini tidak bisa digunakan karena rawan keruntuhan dari plafonnya," terangnya.

Baca juga: Pasca-Gempa Mentawai, Sebanyak 2.326 Orang dari Desa Simalegi Siberut Barat Mengungsi

Novriadi mengatakan saat ini masyarakat membutuh bantuan logistik.

"Karena bantuan logistik ini hanya bertahan untuk dua hari apalagi nanti dikhawatirkan ada gempa susulan," ungkapnya.

Bantuan yang dibutuhkan berupa makanan, kemudian tenda, obat-obatan khusus pengungsian seperti obat diare dan obat demam.

"Serta popok, susu, selimut dan susu untuk anak-anak," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved