Berita Padang Hari Ini

Dinkes Padang Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 15 Persen, Srikurnia Yati: Sasaran 77 Ribu Anak

Pemerintah Kota atau Pemko Padang menargetkan angka stunting Tahun 2022 bisa turun menjadi 15 persen dari 77 ribu sasaran anak balita yang ada di ibu

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Kepala Dinkes Padang, dr Srikurnia Yati mengemukakan Pemko Padang menargetkan angka stunting Tahun 2022 bisa turun menjadi 15 persen dari 77 ribu sasaran anak balita yang ada di ibu Kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Pemerintah Kota atau Pemko Padang menargetkan angka stunting Tahun 2022 bisa turun menjadi 15 persen dari 77 ribu sasaran anak balita yang ada di ibu Kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Rabu (31/8/2022) di Kota Padang, Provinsi Sumbar.

Dikatakannya, berdasarkan data Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka stunting sebesar 18,5 persen.

Untuk itu, Pemko Padang bertekad menurunkan angka stunting dibawah rata-rata stunting nasional sebesar 18 persen.

"Target kita tahun (2022) ini angka stunting bisa turun jadi 15 persen dari jumlah sasaran sebanyak 77 ribu anak," ungkap Srikurnia Yati.

Untuk mengatasi stunting, kata Srikurnia Yati, Pemko Padang telah membentuk tim penanganan percepatan pencegahan stunting (TPPS) yang diketuai oleh Sekda Padang.

"Tim ini sudah terbentuk sampai tingkat kecamatan dan kelurahan," ungkapnya.

Selanjutnya, Pemko Padang juga melakukan rumbuk stunting untuk menentukan tindakan yang bisa dilakukan untuk pengatasan stunting.

"Hasilnya masing-masing organisasi perangkat daerah ikut terlibat sesuai wewenang masing-masing.  Misalnya DP3AKB mencari corporate social responsibility/CSR perusahaan untuk memberikan bantuan kepada orang tua atau sebagai orang tua asuh," ungkapnya

Srikurnia Yati mengatakan, pencegahan stunting dilakukan dari diawal dari calon pengantin yang harus melakukan pemeriksaan kesehatan tiga bulan sebelum menikah.

Pemeriksaan kesehatan ini termasuk memeriksa lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, kemudian hemoglobin (Hb).

Saat hamil, ibu harus mengkonsumsi makanan bergisi begitu juga saat menyusui.

Baca juga: 1002 Anak di Kota Padang Mengalami Stunting, Kadinkes: Bukan Hanya karena Ekonomi, tapi Pola Asuh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati (tengah) saat jumpa pers di Balai Kota Padang, Kamis (28/7/2022).
Pemerintah Kota atau Pemko Padang menargetkan angka stunting Tahun 2022 bisa turun menjadi 15 persen dari 77 ribu sasaran anak balita yang ada di ibu Kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Tampak Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati (tengah) saat jumpa pers di Balai Kota Padang, Kamis (28/7/2022). (TribunPadang.com/WahyuBahar)

"Kita upayakan juga setiap ibu hamil di Padang harus melakukan kontak dengan tenaga kesehatan," ungkapnya.

Srikurnia Yati mengatakan, ibu hamil juga harus melakukan anc atau anteatal care yakni perawatan ibu dan janin selama masa kehamilan yang berkualitas.

Dijelaskan, kasus stunting bukan hanya disebabkan karena masalah ekonomi atau karena keluarga kurang mampu, namun lebih kepada pola asuh orang tua terhadap anaknya.

Lanjutnya, biasanya orang tua hanya memberikan makanan yang disukai anak tanpa memperhatikan gizi yang seimbang.

"Orang tua harus paham dan memberikan makanan yang memenuhi gizi seimbang kepada anaknya," ungkapnya.

Ia menambahkan, tidak hanya ibu, dukungan ayah juga diperlukan dalam pencegan stunting tersebut.

"Misalnya, yang biasa makan ikan hanya ayah karena ayah yang mencari nafkah, kini anak harus makan ikan juga," ungkapnya.(TribunPadang.com/Rima Kurniati)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved