Gempa Mentawai
Antisipasi Gempa Mentawai : PMI Sumatera Barat Siagakan Personel, dan Bantuan
Guna mengantisipasi gempa Mentawai susulan, Senin (29/8/2022), Palang Merah Indonesia atau Sumbar menyiagakan personel dan bantuan untuk waktu kedepan
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Guna mengantisipasi gempa Mentawai susulan, Senin (29/8/2022), Palang Merah Indonesia atau Sumbar menyiagakan personel dan bantuan untuk waktu kedepannya.
Sejauh ini dilansir dari pemberitaan gempa Mentawai, tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana ini. Namun, beberapa bangunan fasilitas umum dilaporkan sempat rusak.
Di antaranya gedung sekolah SD dan SMP, Gereja Katolik, Puskesmas dan Kantor Camat Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar.
Rilis yang diterima redaksi dari Humas PMI Sumbar, menyebutkan hingga Senin pukul 18:11 WIB, gempa susulan terus dirasakan warga Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar.
Baca juga: BMKG Padangpanjang Catat 13 Gempa Bumi Guncang Mentawai hingga Pukul 20.00 WIB
Baca juga: Update Gempa Mentawai, Empat Fasilitas Publik Rusak, Ada Gereja Puskesmas dan Sekolah
Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar meminta personel PMI baik provinsi maupun yang berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk terus siaga dan memantau kondisi wilayah terdampak gempa bumi.
"Beberapa Relawan PMI sudah berasa dilokasi untuk melaporkan situasi dan Posko PMI Sumbar saat ini juga standby, memantau kondisi di sana,” kata Aristo didampingi Kabid Humas PMI Sumbar, Eko Yanche Edrie di Padang, Senin siang.
Sampai sejauh ini lanjutnya pihak PMI Sumbar telah menyiagakan personel dan bantuan, dimaksud semenjak Senin menyusul gempa bumi tersebut.
Aristo juga mengatakan pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD dan mitra PMI lainnya untuk mendapatkan laporan terkini keadaan warga yang mengungsi akibat gempa. "Kita sedang mengumpulkan data, apa yang bisa PMI bantu untuk masyarakat disana" Tambah Aristo.
Menurut laporan Novriadi, Kepala Badan Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mentawai, sebanyak 494 Kepala Keluarga (KK) atau 2.326 jiwa saat ini sedang berada di 3 titik pengungsian. Terdiri dari 1.188 orang perempuan dan 1.138 orang laki-laki.
Ia mengatakan semua pengungsi berasal dari 7 dusun yang ada di Desa Simelegi, Kecamatan Siberut Barat, yaitu Dusun Saboilogkat, Sute'uleu, Muara Selatan, Muara Utara, Betaet Utara, Betaet Selatan, dan Sakaldhat.
Melalui rilis lainnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa telah terjadinya gempa susulan sebanyak dua kali petang ini. Gempa berkekuatan 4.0SR terjadi pada pukul 17:58 WIB .
Kemudian, tidak lama berselang pukul 18:11 WIB warga kembali merasakan goncangan gempa dengan kekuatan 4.5 SR.
Sebelumnya, Gempa Mentawai ini relatif cukup kuat dengan kekuatan Magnitudo 6.4 SR, juga dirasakan warga Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Senin pagi sekira pukul 10:29 WIB.(*/rls)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Siberut-Mentawai1.jpg)