Konsumsi BBM Meningkat, Sri Mulyani: Berpotensi Habis September dan Oktober Ini

Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar berpotensi habis jelang akhir tahun ini.

Tayang:
Penulis: Nika Afrilia | Editor: Novri Eka Putra

TRIBUNPADANG.COM - Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar berpotensi habis jelang akhir tahun ini.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengungkapkan, tingkat konsumsi kedua bahan bakar tersebut meningkat bahkan hampir mencapai kuota yang dianggarkan.

Sri Mulyani menerangkan hingga Juli 2022 tingkat konsumsi Solar sudah mencapai 9,88 juta kiloliter.

Sementara kuota yang ditetapkan pemerintah sebanyak 14,91 juta kiloliter.

Artinya kuota solar hanya tersisa 5,03 juta kiloliter sampai akhir tahun ini.

Baca juga: Update Daftar Harga Emas Antam Turun di Bukittinggi, Kini Mencapai Rp1.003.000 Per Gram

Baca juga: Chord Gitar Lagu Minang Rintang Di Papeh Kusuik - Zalmon, Dek Lai Pandai Baminyak Aia

Sri Mulyani juga menyampaikan perkiraan konsumsi pertalite dan solar hingga akhir tahun ini akan melampaui kuota yang ditetapkan.

Konsumsi pertalite akan mencapai 28 juta kilolite, melampaui kuota yang ditetapkan tahun ini sebanyak 23,05 juta kiloliter.

Solar dengan kuota yang ditetapkan sebanyak 14,91 kiloliter, diperkirakan mencapai 17,2 juta kiloliter hingga akhir tahun ini.

Jika terus seperti ini, kemungkinan kuota pertalite dan solar akan habis pada Oktober mendatang.

Menurut Sri Mulyani, borosnya kuota BBM subsidi pertalite dan solar dikarenakan semua pihak berhak menggunakan.

Padahal BBM subsidi hanya berhak digunakan oleh orang kurang mampu.

"Memang orang-orang yang tidak mampu dan miskin tetap juga menikmati barang itu namun porsinya kecil. Ini yang perlu untuk kita pikirkan tambah ratusan triliun, berarti kita menambah (subsidi) yang sudah mampu makin banyak lagi," katanya Sri Mulayani.

Sementara itu, Sekretaris Pertamina, Parta Niaga Irto Ginting mengatakan, kuota Pertalite dan Solar dapat habis sebelum akhir 2022 apabila tidak ada pengaturan untuk masyarakat yang berhak membeli BBM tersebut.

"Bila tidak ada pengaturan tidak akan cukup," kata Irto kepada Kompas.com, Sabtu (26/7/2022).

Untuk itu, pihak pertamina berusaha mendata masyarakat yang berhak untuk menggunakan BBM subsidi.

Irto menghimbau bagi masyarakat yang berhak atas BBM subsidi agar segera mendaftarkan kendaraannya melaui website MyPertamina atau di SPBU.

"Mari sama-sama kita pastikan agar subsidi ini bisa tepat sasaran. Dan mari bersama-sama hemat dalam penggunaan BBM," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Konsumsi BBM Subsidi Meningkat, Apakah Cukup sampai Akhir Tahun?

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved