Kabupaten Sijunjung

Ada 5 Nagari Statistik di Sijunjung, Diskominfo dan BPS Gelar Pembinaan Statistik Sektoral 

Kadiskominfo Sijunjung, David Rinaldo menyebut, terdapat lima Nagari Statistik berdasarkan SK Bupati

Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: afrizal
istimewa
Diskominfo dan BPS Sijunjung, melakukan pembinaan statistik sektoral dan FGD, Jumat (26/8/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sijunjung dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sijunjung, menggelar pembinaan statistik dan Forum Group Discussion (FGD) Nagari Cinta Statistik, Jumat (26/8/2022).

Kegiatan tersebut dilakukan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sijunjung, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar).

Kadiskominfo Sijunjung, David Rinaldo menyebut, terdapat lima Nagari Statistik berdasarkan SK Bupati, di antaranya Nagari Koto Baru, Nagari Koto Tuo, Nagari Palaluar, Nagari Tanjung Gadang dan Nagari Sijunjung.

Baca juga: Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Berharap Jembatan Bulu Kasok Mudahkan Warga Bawa Hasil Panen

Baca juga: Sijunjung Miliki Potensi Gas, Dirut PT PGN Tinjau Langsung Lokasi Sumur Gas

"Pada tahun 2022 ditargetkan 56 Nagari ditambah 1 Desa yang merupakan Nagari statistik persiapan, dan tahun ini juga akan dilakukan launching pencanangan Kabupaten Statistik," ungkapnya.

Kepala BPS Sijunjung, Riqadli menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama bahwa data yang berkualitas harus memenuhi standar data, metadata, kode referensi dan dapat dibagipakaikan (interoperabilitas).

"Diharapkan ke depannya semua data tersedia di nagari dan dapat dilakukan updating dan monitoring data secara terus menerus oleh nagari," harap Riqadli.

Dikatakannya, FGD ini juga nantinya dilakukan diskusi kebutuhan data-data nagari, data-data yang diperlukan oleh Kementerian, lembaga, dinas serta OPD sehingga tersedia satu data dari nagari dan tidak ada perbedaan data yang diperlukan oleh pengguna data.

"Untuk mewujudkan satu data dari nagari tersebut telah dirancang draft kuesioner pendataan keluarga, individu dan potensi kewilayahan nagari," tuturnya.

Ia menjelaskan, kuesioner tersebut telah mengadopsi semua pendataan yang ada di nagari seperti Pendataan Potensi Desa (Podes), Prodeskel (Kemendagri), SDGS Desa (Kemendes PDTT), DTKS ( Kemensos), Pendataan Keluarga (BKKBN) dan lainnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved