Bekas Galian Ruas Jalan di Pariaman-Sicincin Sering Akibatkan Kecelakaan, Korban Sampai Meninggal

Bekas penggalian ruas jalan di Pariaman-Sicincin sepanjang lebih kurang 2 kilometer yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Camat VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman sedang melihat langsung kondisi jalan bekas galian di Jalan Pariaman Sicincin, Selasa (16/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Bekas penggalian ruas jalan di Pariaman-Sicincin sepanjang lebih kurang 2 kilometer yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Barat mengakibatkan seringnya pengendara yang melintas mengalami kecelakaan.

Penggalian ruas jalan ini terlihat paling banyak di wilayah Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman, Sumatera Barat, terkhusus di Nagari Balah Aie, Balah Aie Utara, Bisati Sungai Sariak, Lareh Nan Panjang serta Nagari Sungai Sariak.

Kondisi paling parah berada di nagari Balah Aie Utara, di mana setiap jarak 3-4 tiang listrik, selalu ditemui jalan bekas galian dengan dalam mencapai 10- 15 cm.

Baca juga: Tingkatkan Kerjsama Wujudkan Padang Pariaman Berjaya, Bupati Tekan MoU dengan Universitas Bung Hatta

Bekas galian ini banyak berada dibagian pinggir jalan, sehingga menyulitkan pengendara yang berlalu lalang.

Terlebih jaraknya yang berdekatan membuat kendaraan harus menekan laju kendaraan, sehingga arus lalu lintas sedikit tersendat.

Menurut tokoh pemuda Nagari Balah Aie Utara  Remon Alis Makam, galian ini sudah dilakukan sejak pertengahan bulan Juli 2022 lalu.

“Jadi sudah satu bulan bekas galian jalan ini belum ditutup oleh pihak terkait,” katanya, Selasa (16/8/2022).

Camat VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman sedang melihat langsung kondisi jalan bekas galian di Jalan Pariaman Sicincin, Selasa (16/8/2022)
Camat VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman sedang melihat langsung kondisi jalan bekas galian di Jalan Pariaman Sicincin, Selasa (16/8/2022) (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Akibat galian jalan yang masih manganga ini, pada beberapa waktu belakangan sering membuat pengendara jatuh bahkan sampai ada yang meninggal dunia.

Jumlah kendaraan yang jatuh akibat galian ini mencapai puluhan kali, satu di antaranya memakan korban jiwa saat membawa kendaraan roda dua melintasi jalan bekas galian di Nagari Balah Aie Utara pada malam hari, Sabtu (13/8/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved