Wisata Sumatera Barat
Wisata Sumatera Barat: Menilik 5 Objek Wisata Sejarah yang Ada di Kota Padang
Selain wisata alam dan kuliner, wisata sejarah di Kota Padang juga menarik untuk dikunjungi. Simak rekomendasi 5 wisata sejarah di Kota Padang.
TRIBUNPADANG.COM - Kota Padang memang terkenal dengan wisata alam dan kulinernya yang dapat memanjakan wisatawan.
Namun, selain dua wisata tersebut, masih bayak juga tempat-tempat yang menarik dikunjungi saat berada di Kota Padang.
Misalnya, beberapa bangunan bersejarah dengan nilai historis dan kisah yang menarik di masa lalu.
Para wisatawan dapat belajar banyak hal di tempat-tempat tersebut.
Tentu saja lokasi-lokasi tersebut menjadi saksi bisu atas sejarah dan peristiwa masa lalu.
Baca juga: Rakernas Apeksi 2022 Padang, Andree Algamar: Ajang Promosi Wisata
Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Mengagumi Bangunan Kuno di Kawasan Kota Tua Padang
Berikut ini 5 rekomendasi objek wisata bersejarah di Kota Padang:
1. Museum Bagindo Aziz Chan
Bagindo Aziz Chan merupakan seorang pahlawan nasional dan Wali Kota Padang kedua setelah kemerdekaan.
Pemerintah Kota Padang kemudian menjadikan rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan sebagai museum.
Museum ini terletak di kawasan Alang Laweh Koto, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat.
Sempat mengalami beberapa kali renovasi sejak tahun 2017, museum Bagindo Aziz Chan diresmikan pada 18 Juli 2019.
Di dalam museum tersebut, para wisatawan dapat melihat kisah hidup Bagindo Aziz Chan, foto-foto dan tulisan milik Bagindo Aziz Chan.
Rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan berbentuk rumah panggung dengan dinding dari kayu yang dicat hijau.
Baca juga: Wisata Sumbar, Menyusuri Keindahan Pantai Air Manis dengan Legenda Batu Malin Kundang di Kota Padang
Museum Adityawarman merupakan salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Sumatera Barat.
Museum ini terletak di Jalan Diponegoro No. 10, Belakang Tangsi, Padang Barat, Belakang Tangsi, Kecamantan. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.
Nama museum ini diambill dari nama besar salah seorang Raja Malayapura yang hidup di abad 14, Adityawarman.
Di dalam museum ini terdapat koleksi-benda biologika, etnografika, arkeologika, historika, geografika, filologika, keramologika dan lain-lain.
Museum Adityawarman menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah, seperti cagar budaya Minangkabau dan sekitarnya beserta beberapa cagar budaya nasional.
Salah satu di antaranya adalah bangunan yang berarsitektur Minang, bernama Rumah Bagonjong atau Baanjuang.
Museum Adityawarman juga dijuluki Taman Mini ala Sumatra Barat.
3. Masjid Raya Ganting
Masjid Raya Ganting (dalam bahasa Minang dilafalkan Gantiang) merupakan masjid peninggalan sejarah abad ke-19.
Masjid ini terletak di Jalan Ganting Nomor 10, Kampung Ganting, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatra Barat.
Masjid Raya Ganting tercatat sebagai masjid tertua di Padang.
Arsitekturnya merepresentasikan akulturasi etnis-etnis yang ada di Padang dengan pengaruh Neoklasik dari Eropa yang dominan pada bagian fasad.
Masjid ini juga sempat menjadi masjid terbesar di Minangkabau pada awal abad ke-20.
Masjid Raya Ganting pernah menjadi pusat pergerakan reformasi Islam di daerah Ganting.
Bahkan, Presiden Republik Indonesia Soekarno pernah juga mengungsi ke masjid ini pada masa kemerdekaan.
Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Menikmati Malam di Kawasan Siti Nurbaya Kota Padang
4. Gedung Balai Kota Padang
Gedung Balai Kota Padang merupakan peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang dibangun sejak 1931 dan selesai pada 1936.
Gedung Balai Kota Lama terletak di Jalan M. Yamin, Padang Barat, Padang.
Pada awalnya bangunan Balaikota Padang berada di Kawasan Muaro Padang, yaitu Kantor Asisten Residen (Kawasan Muaro Padang).
Karena kapasitas ruangan tersebut tidak memadai, sedangkan kegiatan para abdi masyarakat pada saat itu sangat banyak sehingga timbul keinginan membangun suatu gedung Balaikota (geemente) yang lebih representatif.
Gedung ini merupakan Dibangun oleh Thomas Karsten, bangunan ini bergaya Art Deco yang khas.
Secara keseluruhan bangunan ini memperlihatkan sebagai bangunan kolonial.
Pada sudut barat daya terdapat sebuah bangunan menara yang pada ketiga sisinya terdapat jam dinding.
Jendela pada dinding lantai atas berderet secara vertikal sehingga memberikan kesan bangunan tinggi.
Gedung Balai Kota Padang Lama ini saat ini masih digunakan oleh beberap organisasi perangkat daerah Pemko Padang.
Baca juga: Wisata Sumatera Barat: Mengagumi Keindahan Air Terjun Lembah Anai
5. Klenteng See Hin Kiong
Klenteng See Hin Kiong merupakan klenteng pertama dan tertua yang berdiri di Kota Padang tahun 1841.
Klenteng ini dibangun oleh Bangsa Hok Hwa yang berasal dari Tiongkok dan sempat terbakar pada tahun 1861.
Namun dibangun kembali oleh Lie Goan Hwat, Lie Lien It dan Lim Sun Mo memperbaiki kerusakannya.
Pada saat perayaan Imlek, Klenteng See Hin Kiong akan sangat ramai dengan orang yang datang untuk menyaksikan aktraksi barongsai.
(TribunPadang.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/wisata-4-8-22.jpg)