Kisah Anak Petani Asal Pasaman Barat Diterima Kuliah di Luar Negeri, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Seorang santri asal Anak Air Rimbo, Kecamatan Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat Rohid (21) berhasil menembus pendidikan hingga

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Mona Triana
Dokumentasi Pribadi Rohid
Rohid (tengah) berfoto bersama kedua orang tuanya. Rohid ialah seorang santri asal Desa Anak Air Rimbo, Kecamatan Sasak Kabupaten Pasaman Barat yang berhasil lulus untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.   

Laporan Reporter TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Seorang santri asal Anak Air Rimbo, Kecamatan Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat Rohid (21) berhasil menembus pendidikan hingga ke luar negeri.

Rohid diketahui melaksanakan serangkaian seleksi di Medan Sumatera Utara beberapa waktu lalu, dan kemudian dinyatakan lulus untuk berkuliah di Universitas Al-Ahgaff Republik Yaman.

"Alhamdulillah, kelulusan ini diumumkan oleh pihak panitia pada Rabu (27/7/2022)," ujar Rohid kepada TribunPadang.com, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Kisah Sukses Syahrul Bertani Strawberry, Berawal Dari Coba-coba hingga Sukses Jadi Jutawan

Dikatakan Rohid, ia memilih Jurusan Syariah di universitas itu. S

ebelumnya ia bersekolah di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ma'had Al Ikhlas di Pasaman Barat.

Rohid yang lulus kuliah di luar negeri, begitu membuat orang tua, keluarga dan sanak saudaranya bangga.

Latar belakang pendidikan kedua orang tuanya setingkat sekolah dasar.

Sedangkan, 7 orang adik kakaknya lulusan setingkat SMA dan SMP.

Rohid ialah anak kelima dari delapan bersaudara, ayahnya seorang petani dan ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Ia mengaku telah bercita-cita untuk menempuh pendidikan hingga ke luar negeri sejak dulu.

Baca juga: Kisah Anies Baswedan Pernah Hidup Susah di Luar Negeri hingga Dapat Perlakuan Bernada Merendahkan

Awalnya, saat kelas 1 pesantren atau setara kelas 7 SMP/ MTS, ia punya keinginan untuk berkuliah di Universitas Al-Azhar Mesir.

Kemudian, tekad ia tak pudar, pada saat kelas 4 ia juga tertarik untuk melanjutkan jenjang pendidikan di Universitas Al-Ahgaff.

"Namun, saat kelas 4 pesantren atau setingkat kelas 10 SMA/ MA berkeinginan kuliah di Universitas Al-Ahgaff Yaman," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved