Idul Adha 2022

Bertambah Lagi, Korban Dugaan Penggelapan Sapi Kurban Melapor ke Polsek Tilatang Kamang

Kapolsek Tilatang Kamang, Iptu Rommy Hendra mengemukakan bahwa korban dugaan penggelapan dana kurban di Kota Bukittinggi kembali bertambah, Selasa (13

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/M FUADI ZIKRI
Tampak depan Kantor atau Mapolsek Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (12/7/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Kapolsek Tilatang Kamang, Iptu Rommy Hendra mengemukakan bahwa korban dugaan penggelapan dana kurban di Kota Bukittinggi kembali bertambah, Selasa (13/7/2022).

Menurutnua, seorang peserta kurban lainnya melapor ke polisi terkait kasus yang sama.

Namun, laporan polisi oleh pelapor telah dibuatnya di Mapolsek Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Sebab, tempat kejadian perkaranya berada di wilayah hukum Polsek Tilatang Kamang.

"Kami terima laporan tadi siang (Selasa 12/7/2022)," ujar Iptu Rommy Hendra kepada TribunPadang.com, Selasa (12/7/2022).

Perwira pertama Polri itu mengatakan, korban merupakan keluarga Klinik BPS Bunda di Bukittinggi.

Korban memesan satu ekor sapi kepada terduga pelaku penggelapan yang diketahui berinisial A.

"Harga sapi yang dibeli itu Rp 19.600.000. Korban ini dia kurban satu keluarga dan uangnya sudah disetor semua," ucap Iptu Rommy Hendra.

Kapolsek mengemukakan bahwa dalam menangani kasus ini pihaknya berkoordinasi dengan Mapolsek Bukittinggi karena satu kasus yang sama.

Baca juga: Satu Lagi Korban Dugaan Penggelapan Dana Kurban di Bukittinggi Lapor Polisi

Tilatang Kamang
Tampak depan Kantor atau Mapolsek Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (12/7/2022).

Sementara keterangan korban, katanya, tidak jauh berbeda dengan korban lainnya, yaitu terduga pelaku yang tak bisa dihubungi hingga sekarang.

"Sekarang kita kita ikut menyelidikinya di lapangan bersama dengan tim lainnya," imbuh dia.

Rommy menambahkan, sejauh ini baru satu korban yang membuat laporan di polsek yang ia pimpin.

Ia belum memastikan apakah ada korban dugaan penggelapan lainnya di Tilantang Kamang.

Sementara itu, di Mapolsek Kota Bukittinggi sudah tiga korban yang melapor.

Korbannya yaitu pihak panitia dari Musala Baitul Jannah di Cimpago Ipuah dengan kerugian Rp 100,8 juta dari lima  sapi dan satu kambing.

Kemudian pihak Musala Taufik di Pulai Anak Air dengan total Rp38 juta dari dua ekor sapi.

Lalu Ikatan Alumni SMAN 3 Bukittinggi sekitar Rp 98 juta dari lima ekor sapi yang dipesan.

Total kerugian keseluruhan saat ini mencapai Rp 257 juta dari 13 ekor sapi dan seekor kambing yang digelapkan. (TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri)
 
 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved