Idul Adha 2022
Kenaikan Harga Hewan Kurban di Pariaman, Pedagang Singgung PMK, dan Pemda Sebut tak Ada Pasokan Luar
Sampai saat ini harga hewan kurban jelang Idul Adha 1443 H mengalami kenaikan harga di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (7/7
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Sampai saat ini harga hewan kurban jelang Idul Adha 1443 H mengalami kenaikan harga di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (7/7/2022).
Kenaikan harga hewan kurban ini disampaikan oleh pedagang hewan kurban Pauh Timur Kota Pariaman Syahril (50) saat ditemui pihak TribunPadang.com, Kamis (7/7/2022).
"Saat ini memang ada kenaikan harga untuk hewan kurban dari tahun sebelumnya," jelas Syahril.
Kendati ada kenaikan harga, jumlah penjualannya malah menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga ini menurutnya terjadi karena pemasaran daging menurun.
Syahril mengakui jika sebelumnya mampu menjual hingga 70 ekor hewan kurban pada 2021, namun tahun 2022 ini hanya mampu menjual 50 ekor hewan kurban.
"Kalau untuk penjualan ada penurunan, malah jauh merosot dari tahun sebelumnya," sebut Syahril.
Baca juga: Tim Vaksinator Puskesmas Kamang Sijunjung Gelar Vaksinasi Primer dan Booster
Syahril menilai penurunan ini tidak terjadi, karena adanya penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sedang marak terjadi.
Kenaikan harga ternak ini juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pariaman, Marini Jamal, bahwa memang ada kenaikan harga hewan kurban.
Sejauh ini lanjutnya, kenaikan harga ini terjadi karena tidak adanya pasokan sapi dari luar Kota Pariaman, sehingga harga sapi lokal bisa lebih tinggi.
"Sehingga saat ini stok hewan kurban terbatas, sehingga berlaku hukum ekonomi dan terjadi kenaikan harga," jelasnya.(TribunPadang.com/Rahmat Panji)
Sumber panji
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kurban-Panji71.jpg)