Kabupaten Sijunjung

Beli Minyak Goreng Harus Pakai PeduliLindungi, Kadisdagperinkop Sijunjung: Belum Ada Arahan

Menyikapi perubahan sistem jual beli minyak goreng, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Dagperinkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM)

Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: Mona Triana
KOMPAS.COM
Iustrasi minyak goreng kemasan 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Hafiz Ibnu Marsal

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Menyikapi perubahan sistem jual beli minyak goreng, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Dagperinkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sijunjung, Yulizar menyebut belum menerapkan hal tersebut.

"Saat ini di Sijunjung, kami belum menerapkan sistem tersebut, sekarang masih seperti biasa," ungkapnya kepada TribunPadang.com, Senin (27/6/2022).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan, bahwa jual beli minyak goreng dipasaran harus menggunakan aplikasi Peduli Lindung.

Baca juga: Madu Galo-galo Jadi Produk Unggulan Daerah, Warga Lalan Sijunjung Sukses Rintis Bisnisnya

Baca juga: Cuaca Sumbar Hari Ini, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sijunjung, Dharmasraya, Solok Selatan Malam Hari

Baca juga: Diet Menjadi Penyebab Anemia Pada Perempuan, Kadinkes Sijunjung: Satu Faktor Stunting Bagi Anak

Lalu, jika tidak memiliki aplikasi tersebut, masyarakat tetap bisa membeli minyak goreng dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kata Yulizar, terkait teknis pelaksanaan perubahan sistem jual beli minyak goreng itu, pihaknya saat ini belum mendapat surat edaran atapun arahan, dari provinsi maupun pusat.

"Kami masih menunggu arahan dari provinsi, dalam dua hari kedepan akan kami bicarakan bagaimana sistematisnya,"  ujar Yulizar. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved