Kapal Nelayan Terbalik di Pasaman

Pencarian Nelayan yang Hilang di Pasaman Barat Ditutup, Tim Tak Temukan Tanda-Tanda Korban

Korban yang tidak ditemukan hingga memasuki pencarian hari ke-7 bernama Redo (26) warga Mandiangin, Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
istimewa
Proses pencarian nelayan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa (21/6/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Pencarian nelayan yang terjatuh dari kapal di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), resmi ditutup.

Kecelakaan kapal ini terjadi di Muaro Binguang, Jorong Mandiangin, Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, pada Rabu (15/6/2022) lalu.

Octavianto selaku Kepala Seksi Operasi dan Siaga dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, mengatakan pihaknya melakukan pencarian sejak Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Hari Ke-7: Upaya Pencarian Nelayan Hilang, belumlah Ditemukan di Kabupaten Pasaman Barat

Baca juga: Satu Korban Kapal Nelayan Terbalik di Pasaman Barat Ditemukan, Sudah Tak Bernyawa

Ia menjelaskan, pencarian dihentikan dan ditutup pada Rabu (22/6/2022) dengan hasil yang nihil.

"Pencarian telah ditutup kemarin, dengan hasil satu korban dinyatakan hilang hingga memasuki hari ke-7," kata Octavianto, Kamis (23/6/2022).

Korban yang tidak ditemukan hingga memasuki pencarian hari ke-7 bernama Redo (26) warga Mandiangin, Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

Sedangkan korban selamat bernama Deni (30) dan Anin Ogek (55).

Korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia bernama Rangga (33).

"Operasi SAR telah dilaksanakan sesuai dengan rencana operasi sampai hari ke-7, dan hasilnya nihil," kata Octavianto.

Ia mengatakan, hasil kesepakatan dengan pihak keluarga dan unsur-unsur SAR yang terlibat tidak menemukan tanda-tanda korban.

"Karena pencarian sudah tidak efektif lagi, maka operasi SAR dihentikan. Operasi SAR ditutup dan selanjutnya dilakukan pemantauan," katanya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada petugas gabungan yang telah membantu proses pencarian yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Pasaman Barat, PMI, perangkat Kecamatan, nelayan setempat, dan masyarakat.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved