Berita Populer Sumbar

Populer Sumbar Air Terjun Lembah Anai Melimpah, Macan Dahan Masuk Rumah Warga di Pasaman

Populer Sumbar viral air terjun Lembah Anai melimpah, macan dahan masuk rumah warga di Pasaman.

Editor: Rizka Desri Yusfita
istimewa/ instagram @undercover.id
air terjun lembah anai melimpah 

TRIBUNPADANG.COM - Simak berita populer Sumbar selama 24 jam terakhir yang tayang di TribunPadang.com.

Ada berita tentang viral air terjun Lembah Anai melimpah, macan dahan masuk rumah warga di Pasaman.

Inilah berita populer Sumbar selengkapnya: 

1. VIRAL Air Terjun Lembah Anai Melimpah Bikin Macet Panjang, Polisi: Dari Bukittinggi ke Jalur Malalak

Viral air Terjun Lembah Anai meluap hingga merendam badan jalan sehingga membuat kemacetan panjang di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (13/6/2022).

Air terjun ini terdapat tepat di samping jalan raya Padang - Bukittinggi, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.

Video meluapnya air terjun Lembah Anai ini diposting oleh akun @beritasumbar pada aplikasi Instagram.

"Kondisi Terkini jalur Padang Panjang - Padang Tepatnya di Air Terjun Lembah Anai. Video diambil follower #beritasumbar pada Senin 13/6 sekira jam 17.00 waktu Indonesia Barat (WIB).

"Dunsanak yang melintas di jalur ini tingkatkan kewaspadaan. Hati hati cuaca tidak bersahabat. Kalau tidak memungkinkan sebaiknya cari tempat rehat yg aman," tulisnya pada keterangan video.

Baca juga: VIRAL Air Terjun Lembah Anai Melimpah Bikin Macet Panjang, Polisi: Dari Bukittinggi ke Jalur Malalak

Baca juga: Debit Air Terjun Lembah Anai Meningkat, Polisi Bilang Tak Melimpah Sampai ke Jalan

Baca juga: Menikmati Sensasi Air Terjun Lembah Anai, Objek Wisata Alam di Pinggir Jalan Padang-Bukittinggi

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Lazuardi, saat dihubungi TribunPadang.com membenarkan informasi tersebut.

"Baru satu persatu bisa melewati ruas jalan," kata Iptu Lazuardi.

Ia mengatakan, kepada masyarakat yang hendak ke Bukittinggi untuk dapat melewati jalan lain.

"Cuman kita harapkan masyarakat yang hendak ke Kota Bukittinggi untuk lewat jalur Malalak," kata Iptu Lazuardi.

Iptu Lazuardi mengatakan sampai sore hari hujan (Senin 13/6/2022) masih turun mengguyur kawasan sekitar Air Terjun Lembah Anai.

"Jalan saat ini digenangi oleh air. Akibatnya membuat kemacetan yang panjang," kata Iptu Lazuardi.

Baca juga: BKSDA Kaget Dapat Laporan Harimau Masuk Rumah di Pasaman, Setelah Dicek Ternyata Macan Dahan

Baca juga: Buaya yang Diduga Serang Manusia di Air Bangis Pasaman Barat Ditangkap, Diserahkan ke BKSDA Sumbar

2. BKSDA Kaget Dapat Laporan Harimau Masuk Rumah di Pasaman, Setelah Dicek Ternyata Macan Dahan

Seekor macan dahan masuk rumah warga di Jorong Rumah Nan XXX, Nagari Aia Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (13/6/2022).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan, mengatakan bahwa adanya seekor macan dahan berjenis kelamin betina masuk ke dalam rumah warga.

"Kita dapat informasi tadi pagi dari jajaran Polres Pasaman dan Pemerintah Daerah bahwasanya ada rumah warga yang dimasuki harimau informasi awalnya," kata Khairi Ramadhan.

Selanjutnya pihaknya langsung datang ke lokasi kejadian karena masyarakat sudah khawatir yang berada di kawasan padat penduduk.

"Setelah kita ke lapangan, ternyata informasi harimau itu salah. Namun, satwa liar yang ditemukan adalah macan dahan yang masuk ke dalam rumah warga padat penduduk," kata Khairi Ramadhan.

Khairi Ramadhan mengatakan bahwaacan dahan ini masuk ke dalam rumah warga pada malam hari.

Karena berada di kawasan padat penduduk, satea liar ini tidak mungkin untuk dilakukan penghalauan.

"Maka diusulkan untuk tembak bius, dan sekarang satwa dievakausi ke lokasi obervasi Lubuk Sikaping untuk kesrhatannya apakah ada perubahan perilakunya," kata dia.

Jika tidak ada ditemukan masalah pada satwa dan akan segera dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di hutan.

Sementara sampai saat ini BKSDA belum ada menerima laporan adanya ternak warga atau manusia yang diserang oleh satwa liar ini.

"Kita belum mengetahui penyebabnya apakah karena persaingan daerah teritorialnya atau apa. Kami belum mengetahuinya karena fokus untuk menyelamatkan satwa," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, satwa liar ini berjenis kelamin betina yang berumur tiga tahun dan masih remaja.

"Secara visual tidak ada luka dan kondisi kesehatannya aman bugar. Bulunya juga cerah warnanya. Nanti malam akan kita amati perilakunya," kata Khairi Ramadhan.

Ia menjelaskan, sampai saat ini satwa ketiduran karena bius dan saat ini sudah terbangun dengan sisa efek bius di tubuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved