Bisa Terjadi Sama Siapa Saja, Apa Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack?
Apa perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack? Serangan panik atau Panic Attack bisa terjadi sama siapa saja.
Penulis: Rizka Desri | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM - Apa perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack?
Serangan panik atau Panic Attack bisa terjadi sama siapa saja.
Gejalanya ringan, seperti deg-degan, tangan dingin dan berkeringat, mules dan juga kebelet buang air kecil.
Jika alami gejala berat biasanya, kita akan merasakan takut secara tiba-tiba, cemas, jantung berdebar, lama-lama bikin kesulitan untuk bernafas.
Sementara, anxiety artinya adalah cemas. Kondisi ini sering dialami oleh manusia.
Biasanya muncul saat diri sedang merasa tertekan, terancam, ataupun mengalami sesuatu yang membuat stres dan tidak nyaman.
Baca juga: Sering Ditanya Kapan Nikah? Jangan Sampai Tertekan, Persiapkan Fisik, Ekonomi hingga Mental
Baca juga: Apa itu Mental Health? Mengapa Kesehatan Mental itu Penting?
Baca juga: Fase Penting Bentuk Kesehatan Mental yang Kuat, Bangun Kualitas Hidup Lebih Baik
Dilansir dari Healthline, kondisi Panic Attack dan Anxiety Attack berbeda.
Apa itu serangan kecemasan atau anxiety attack?
DSM-5 tidak menyebutkan serangan kecemasan, tetapi mendefinisikan kecemasan sebagai fitur dari sejumlah gangguan kejiwaan umum.
Apa itu serangan panik atau panic attack?
Serangan panik datang tiba-tiba dan melibatkan rasa takut yang intens dan seringkali luar biasa.
Mereka disertai dengan gejala fisik yang sangat menantang, seperti detak jantung yang berpacu, sesak napas, atau mual.
Edisi terbaru Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) mengenali serangan panik dan mengkategorikannya sebagai tidak terduga atau diharapkan.
Serangan panik tak terduga terjadi tanpa penyebab yang jelas.
Serangan panik yang diharapkan disebabkan oleh stresor eksternal, seperti fobia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Ilustrasi-panik.jpg)