Tips Kesehatan
Kenali Penyebab Tekanan Darah Tinggi Serta Tips Mengurangi Risiko Hipertensi
Meski kasus tekanan darah terus meningkat setiap tahunnya, cara mencegah hipertensi masih mungkin dilakukan. Simak tips mengurangi risiko hipertensi.
TRIBUNPADANG.COM - Tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi merupakan suatu kondisi ketika seseorang mempunyai tekanan darah yang terukur pada nilai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.
Normalnya orang dewasa akan memiliki tekanan darah normal di angka 120/80 mmHg.
Tekanan darah ditentukan oleh berapa banyak volume darah yang dipompa oleh jantung dan resistensi aliran darah di pembuluh darah/arteri.
Sehingga tekanan darah akan terukur lebih tinggi apabila jantung memompa darah lebih cepat dan atau arteri lebih sempit.
Meski kasus tekanan darah terus meningkat setiap tahunnya, cara mencegah hipertensi masih mungkin dilakukan.
Namun sebelum itu, Anda perlu mengetahui beberapa penyebab hipertensi.
Baca juga: TIPS Sehat: Ketahui Cara Mencegah Prediabetes, Antisipasi DiabetesTipe 2
Baca juga: Tips Sehat Menjaga Kulit di Cuaca Panas, Gunakan Tabir Surya dan Menyeka Keringat
Penyebab Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi):
Ada dua jenis hipertensi.
Setiap jenis memiliki penyebab yang berbeda.
1. Hipertensi Esensial (Primer)
Dilansir Healthline, jenis hipertensi ini berkembang dari waktu ke waktu. Kebanyakan orang memiliki jenis tekanan darah tinggi ini.
Kombinasi faktor biasanya berperan dalam perkembangan hipertensi esensial:
- Gen: Beberapa orang secara genetik cenderung mengalami hipertensi. Ini mungkin dari mutasi gen atau kelainan genetik yang diwarisi dari orang tua Anda.
- Usia: Individu di atas 65 tahun lebih berisiko terkena hipertensi.
- Ras: Orang kulit hitam non-Hispanik memiliki insiden hipertensi yang lebih tinggi.
- Hidup obesitas: Hidup obesitas dapat menyebabkan beberapa masalah jantung, termasuk hipertensi.
- Konsumsi alkohol yang tinggi: Wanita yang terbiasa minum lebih dari satu gelas per hari dan pria yang minum lebih dari dua gelas per hari, mungkin berisiko lebih tinggi terkena hipertensi.
- Menjalani gaya hidup yang sangat tidak aktif: penurunan tingkat kebugaran telah dikaitkan dengan hipertensi.
- Hidup dengan diabetes dan/atau sindrom metabolik: Individu yang didiagnosis diabetes atau sindrom metabolik memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi.
- Asupan natrium tinggi : Ada hubungan kecil antara asupan natrium tinggi harian (lebih dari 1,5ga hari) dan hipertensi.
Jika dokter mendiagnosis Anda hipertensi primer, perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi Anda.
Jika perubahan gaya hidup saja tidak cukup, atau jika perubahan itu berhenti efektif, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat.
2. Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder sering terjadi secara cepat dan dapat menjadi lebih parah daripada hipertensi primer.
Baca juga: TIPS Sehat: Kurangi Asupan Protein, Simak Hasil Penelitian: Bisa Cegah Obesitas
Baca juga: Simak Tips Makeup Tahan Lama saat Nonton Konser, Gak Perlu Touch Up Lagi
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder meliputi:
- Penyakit ginjal;
- Apnea tidur obstruktif;
- Kelainan jantung bawaan;
- Masalah dengan tiroid Anda;
- Efek samping obat;
- Penggunaan obat-obatan terlarang;
- Konsumsi alkohol kronis;
- Masalah kelenjar adrenal;
- Tumor endokrin tertentu.
Pengobatan Rumah untuk Tekanan Darah Tinggi
1. Mengembangkan pola makan yang sehat untuk jantung;
2. Meningkatkan aktivitas fisik;
3. Mencapai berat badan yang optimal;
4. Kontrol stres;
5. Berhenti merokok dan batasi alkohol.
Tips Gaya Hidup untuk Menurunkan Risiko Hipertensi
1. Konsumsi buah dan sayur;
2. Batasi gula rafinasi;
3. Kurangi asupan natrium;
4. Pantau tekanan darah secara teratur.
(Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-30-5-22-1.jpg)