Ditanya Soal Masa Depan di AS Roma, Jose Mourinho: Tetap di I Giallorossi

Sisanya 1 piala Europa League (UEL) dengan Manchester United pada tahun 2017 dan UEFA Supercup bersama Barcelona di musim 1998.

Editor: afrizal
(Instagram @officiaasroma)
Pelatih AS Roma Jose Mourinho dan pemainnya Tammy Abraham 

TRIBUNPADANG.COM- Jose Mourinho memastikan akan tetap bertahan di AS Roma musim depan.

Kepastian ini disampaikannya saat wawancara usai AS Roma memoboyong trofi UEFA Conference League.

Soal masa depan Jose Mourinho menjadi pertanyaan setelah dirinya membawa AS Roma menjuarai Liga Konferensi Eropa.

Apakah tetap bertahan di AS Roma atau ingin mencari klub lain setelah hanya sanggup finis di posisi 6 klasemen Liga Italia.

Jawaban tegas pun disampaikan sang pelatih.

Baca juga: Masa Depan Jose Mourinho Setelah AS Roma Juara Liga Konferensi Eropa, Diungkap saat Wawancara

Baca juga: Jose Mourinho Lengkapi 5 Trofi dari Benua Biru Selepas Antarkan AS Roma Juara Liga Konferensi Eropa

Baca juga: AS Roma vs Feyenoord, Tammy Abraham Ngebet Cetak Gol di Final Liga Konferensi Eropa, Motif Terkuak

Mengutip Bolasport.com, dalam wawancara setelah pertandingan, pelatih AS Roma, Jose Mourinho, mengatakan bahwa I Giallorossi telah menorehkan sejarah dengan memenangi UEFA Conference League.

Kemudian ketika ditanyai terkait dengan masa depan, Mourinho, yang terlihat meneteskan air mata, mengatakan bahwa dirinya akan tetap bertahan di I Giallorossi.

Bahkan, eks pelatih Manchester United itu sudah menyiapakan rencana masa depan bersama AS Roma di musim 2022-2023.

"Ada begitu banyak hal melintas di kepala saya. Begitu banyak hal pada saat yang sama," kata Jose Mourinho, dinukil BolaSport.com dari Football Italia.

"Saya sudah berada di Roma selama 11 bulan, saya menyadari saat saya tiba apa artinya mereka menunggu ini."

"Seperti yang saya katakan kepada para pemain di ruang ganti di Turin, kami melakukan apa yang perlu kami lakukan, lolos ke Liga Europa."

"Kami memiliki pekerjaan hebat sepanjang musim."

"Momen ini adalah sejarah. Kami harus menulis sejarah. Kami menulisnya."

"UEFA Conference League adalah kompetisi yang kami rasakan sejak awal bisa kami menangi, tetapi kompetisi menjadi lebih kuat ketika tim Liga Europa masuk, Leicester City, Olympique Marseille, dan Feyenoord."

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved