Kebakaran Lahan Pesisir Selatan

Satu Pekan Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Pesisir Selatan, Sama-Sama Terjadi Selepas Magrib

Kebakaran terjadi di lereng bukit di daerah Batu Hampar,  kemarin di Batu Hampar, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
istimewa
Api besar membakar lahan di di pinggir Jalan Lintas Padang - Muko-muko KM 94, Bukit Pulai, Kenagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (22/5/2022). 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri

TRIBUNPADANG.COM, PESISIR SELATAN- BPBD Kabupaten Pesisir Selatan mencatat dua kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan dalam satu pekan ini.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Doni Gusrizal mengatakan, kebakaran pertama terjadi pada Sabtu (21/5/2022).

Kebakaran terjadi di lereng bukit di daerah Batu Hampar,  kemarin di Batu Hampar, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Pinggir Jalan Lintas Padang - Muko-Muko, Akses Jalan Bukit Pulai Agak Terganggu

Baca juga: Pemadaman Kebakaran Gudang Tabung Gas di Padang Pariaman Tak Mempan Pakai Air, Damkar Pakai Busa

Kemudian kebakaran kedua terjadi hari ini, Minggu (22/5/2022) di pinggir Jalan Lintas Padang - Muko-muko KM 94, Bukit Pulai, Kenagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas.

"Keduanya sama-sama terjadi selepas magrib," ujarnya kepada TribunPadang.com, Minggu (22/5/2022) malam.

Doni menjelaskan, kasus kebakaran pertama setidaknya menghanguskan empat hektar lahan yang berada di perbukitan.

Kebakaran itu diduga terjadi akibat adanya warga yang membuka lahan perkebunan.

Dalam proses pemadaman, pihaknya tak dapat berbuat banyak karena lokasi yang sangat jauh, medan yang sulit dan tidak adanya sumber air.

"Kita hanya memantau. Apinya padam keesokan harinya pas kita cek pagi-pagi," ungkap Doni.

Dia melanjutkan, kebakaran kedua saat ini masih dalam proses pemadaman oleh pihaknya bersama instansi lainnya.

Kebakaran ini diduga terjadi akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh orang tak bertanggung jawab.

Pasalnya, kata Doni, kebakaran ini tak mungkin terjadi akibat adanya warga yang membuka lahan karena persis di pinggir jalan dan lokasinya di tebing yang curam.

"Untuk luasnya belum bisa kita pastikan, karena masih pemadaman," ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pemadaman terkendala karena sumber air yang cukup jauh, medan yang terjal dan api yang cepat merambat ke atas. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved