Lebaran 2022

Psikologis Liburan ke Pantai: Dapat Pengaruhi Otak, dan Tempatkan ke dalam Meditasi Ringan

Mengunjungi pantai dapat memberikan rileksasi pada diri seseorang, hamparan laut biru dan suara deburan ombak memberikan rasa tenang pada jiwa.

Penulis: Nika Afrilia | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Ilustrasi: Objek wisata Pantai Ujung Batu di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. 

TRIBUNPADANG.COM - Pantai ramai dikunjungi saat liburan, ini alasan psikologinya.

Pantai menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi apalagi saat libur lebaran.

Pantai selalu menjadi daya tarik wisatawan dari segala penjuru, bahkan ada yang rela menempuh perjalanan jauh untuk dapat menikmati keindahan pantai.

Meski etrdapat pilihan detinasi wisata lain, pantai selalu menjadi pilihan terbanyak untuk dikunjungi saat liburan.

Selain menajdi tempat liburan pantai juga menjadi tempat healing bagi seseorang yang ingin menghilangkan stres.

Lalu, kenapa pantai menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi?

Mengutip dari laman Morris Psychological Group, Dr Kenneth Freundlich mengungkapkan alasan pantai menjadi pilihan saat berlibur.

Perbedaan Hepatitis Akut dengan Hepatitis Biasa, Kenali Tanda dan Gejala Penyakinya

1. Air Laut yang Biru Memberikan Perasaan Tenang dan Damai

Menurut psikolog Dr Richard Shuster, warna biru dikaitkan dengan perasaan tenang dan damai.

Menatap laut dapat mempengaruhi gelombang otak Anda dan menempatkan ke dalam keadaan meditasi ringan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Science menunjukkan bahwa warna biru meningkatkan kinerja pada tugas-tugas kognitif, sedangkan warna merah menyebabkan penghindaran.

2. Pantai Dapat Menghilangkan Stres

Matahari dan ombak terbukti dapat menghilangkan stres.

Faktanya, serotonin (neurotransmiter yang dianggap sebagai penstabil suasana hati alami) dilepaskan saat kita tiba di pantai.

Saat di pantai kita terkena sinar matahari yang penting bagi tubuh untuk merangsang vitamin D yang baik untuk tulang.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelainan pada kalsium, fosfor, dan metabolisme tulang.

Hal ini dapat menyebabkan kelemahan tulang, penurunan kepadatan mineral tulang, osteopenia, osteoporosis, dan bahkan kelainan bentuk tulang.

Tanpa paparan sinar matahari yang memadai, orang juga lebih rentan terhadap depresi.

Itulah alasan psikologis kenapa pantai selalu menjadi pilihan saat berlibur.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved