Penggawa Monster Energy Yamaha Mawas Diri, Fabio Quartararo Sadari Lawan Beratnya, Francesco Bagnaia

SOSOK Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mawas diri bahwa terdapat lebih dari satu pesaing dalam perebutan gelar juar

Editor: Emil Mahmud
TWITTER/MOTOGP
Ilustrasi: Juara MotoGP Jepang 2019, Marc Marquez (tengah), berpose dengan Fabio Quartararo (kiri) dan Andrea Dovizioso di atas podium kemenangan Twin Ring Motegi, Jepang, Minggu (20/10/2019). 

SOSOK Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mawas diri bahwa terdapat lebih dari satu pesaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2022.

Penggawa tim ini, Fabio Quartararo menyadari bahwa ada lebih dari satu pembalap yang akan menjadi pesaingnya dalam meraih gelar juara dunia MotoGP tahun ini.

Hal ini melihat dari enam seri balapan yang telah berjalan di mana terdapat pembalap yang mulai berpotensi mengejar dirinya di puncak klasemen.

Quartararo baru saja mencatatkan finis kedua pada balapan seri keenam MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (1/5/2022).

Hasil tersebut membawa Fabio Quartararo masih menyegel puncak klasemen MotoGP 2022 dengan perolehan 89 poin.

Namun begitu, dia menyadari Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) bisa menjadi salah satu kompetitor terberat di perebutan gelar juara.

Quartararo merujuk dari kemenangan pertama Bagnaia yang bisa diraih pada balapan di Jerez.

Pasalnya dengan poin penuh yang didapatkan, Bagnaia mulai merangsek naik lima setrip dan menjaga jarak 33 poin dari Quartararo.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Mandalika 2022: Fabio Quartararo Start dari Posisi Terdepan, Marquez Jatuh

Dengan jarak yang tak terlalu jauh, Bagnaia berpotensi menggusur Quartararo jika bisa finis di depan Quartararao pada balapan mendatang.

Quartararao kemudian menyadari persaingannya melawan Bagnaia dalam merebut gelar juara bisa terjadi lagi seperti tahun lalu.

"Berjuang untuk gelar sudah menjadi perasaan yang bagus," kata Quartararo, dikutip BolaSport.com dari Motosan.es.

"Bahkan saat ini dengan Francesco, finis kedua memberi saya kesempatan untuk belajar hal baru."

"Tidak seperti di Portugal, di Jerez dia memberi saya tekanan mendorong sampai batas."

Meski melihat potensi akan melawan Bagnaia, Quartararo juga melihat kandidat lain dalam menjadi kompetitor dalam perebutan gelar juara dunia.

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved