Update Kakek di Kota Padang Meninggal Dunia, saat Memotong Pohon, Pihak Keluarga Kebumikan Korban

Warga yang ditemukan meninggal saat memotong pohon, selama ini dikenal sebagai warga yang baik oleh tetangganya di Kota Padang, Provinsi Sumatera Bara

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
tribun bali/dwisuputra
ilustrasi penemuan mayat 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Warga yang ditemukan meninggal saat memotong pohon, selama ini dikenal sebagai warga yang baik oleh tetangganya di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sebelumnya, warga sempat heboh di kawasan Jalan Koto Kaciak, Rt 02/Rw 10, Kelurahan Mato Aia, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumbar.

Warga ini bernama Suwarlo yang berusia 70 tahun, dan sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.

Camat Padang Selatan, Suardi, mengatakan membenarkan bahwa korban adalah warganya sendiri.

"Iya itu warga kita, tapi informasinyang saya dapatkan kurang lengkap. Dia pergi ke ladang dan menebang pohon," kata Suardi.

Namun, Suardi tidak mengetahui bagaimana kronologi sampai korban meninggal dunia.

"Lokasi kejadiannya sudah di perkebunan milik warga. Namun, untuk jaraknya tidak terlalu jauh dari pemukiman masyarakat," kata dia.

Baca juga: Kronologi Ditemukannya Warga Padang Tewas di Atas Pohon, Damkar Sebut Sedang Bekerja Menebang Pohon

Baca juga: Terjatuh dari Pohon Setinggi 30 Meter saat Ambil Madu Lebah Pria 45 Tahun Diselamatkan Tali Pengaman

Dikatakannya, bahwa juga ada rumah warga di lokasi perbukitan lokasi kejadian ini. "Namun, rumah ini tidaklah banyak," katanya.

Senada, Ketua RW 10, Syarufuddin Anwar, mengatakan bahwa benar itu adalah warganya dan telah dikebumikan oleh pihak kelaurganya sekitar pukul 14.00 WIB.

"Kalau beliau itu sudah puluhan tahun tinggal di Koto Kaciak. Sudah termasuk orang lama. Pada saat masih muda-mudanya sudah di sini juga," kata Syarufuddin Anwar.

Ia menjelaskan, korban bekerja sebagai buruh lepas dan suka membantu masyarakat sekitar dalam urusan apapun sehingga mendapatkan upah.

"Ada orang meminta tolong, lalu diberikan upah. Kalau namanya musibah itu tidak ada yang tahu kan," kata Syarufuddin Anwar.

Ia mengatakan, korban masih mempunyai istri dan anaknya ada tiga orang.

Namun, untuk anaknya sudah berkeluarga semuanya dan saat ini hanya tinggal berdua saja dengan istrinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved