PROFIL Tujuh Anggota KPU RI Periode 2022-2027, Ada Petahana dan Pindah dari Bawaslu

7 nama Anggota KPU RI terpilih periode 2022-2027 memiliki profil beragam. Mulai dari petahana hingga ada yang pindah dari Bawaslu.

Tayang:
Editor: Rizka Desri Yusfita
Tribunnews/Jeprima
7 nama Anggota KPU RI terpilih periode 2022-2027 memiliki profil beragam. Mulai dari petahana hingga ada yang pindah dari Bawaslu. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - 7 anggota KPU RI terpilih periode 2022-2027 memiliki profil beragam.

Mulai dari petahana hingga ada yang pindah dari Bawaslu.

Dari deretan nama yang terpilih, Hasyim Asyari menjadi satu-satunya petahana.

Kemudian ada nama Betty Epsilon Idroos.

Ia menjadi satu-satunya perempuan dalam Daftar Anggota KPU Terpilih 2022-2027.

Ada juga yang berasal dari luar lingkungan KPU ataupun Bawaslu August Mellaz.

Berikut Profil 7 anggota KPU RI terpilih periode 2022-2027:

1. Hasyim Asy'ari

Hasyim menjabat sebagai anggota KPU sejak 2016 untuk kepengurusan masa jabatan 2012-2017.

Saat itu ia menjadi pengganti antar waktu dari Ketua KPU Kamil Manik yang meninggal dunia.

Pada periode berikutnya yaitu 2017-2022, Hasyim kembali mengajukan diri sebagai anggota KPU RI.

Ia pun terpilih dan dilantik sebagai anggota KPU.

Selain menjadi anggota KPU RI, pria kelahiran Pati, 3 Maret 1973, itu merupakan seorang dosen di Universitas Diponegoro (Undip).

Di kampus tersebut ia mengajar di Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Hasyim merupakan sarjana hukum dari Universitas Jenderal Soedirman.

Ia lalu melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada.

Gelar Magister Sains ia dapatkan pada 1998 lewat tesis berjudul Demokratisasi Melalui Civil Society: Studi Tentang Peranan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dalam Pemberdayaan Civil Society di Indonesia 1971-1996.

Pada 2012, Hasyim lulus dari University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Di kampus tersebut ia mendapatkan gelar Ph.D dalam bidang Sosiologi Politik lewat disertasi berjudul "Konsolidasi Menuju Demokrasi: Kajian Tentang Perubahan Konstitusi dan Pilihan Raya 2004 di Indonesia”.

Pengalaman berorganisasi Hasyim juga tidak sedikit.

Ia pernah menjadi anggota komisi Bidang Akademik dan Pengembangan Pengajaran Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN) pada 2015-2020.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia Lazis Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Jawa Tengah pada 2009-2014.

Serta menjadi Sekretaris Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Daerah Jawa Tengah, Semarang pada 2001-2006.

Selain itu Hasyim juga banyak terlibat di organisasi yang berkaitan dengan Nadhalatul Ulama.

Di antaranya Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Tengah, Semarang (2014-2018); Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Bidang Demokrasi dan Pemilu, Jakarta (2012-2017); Wakil Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah (2010-2014), Anggota Lajnah Bahtsul Masa’il Diniyyah, Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Semarang (2000-2003).

2. Mochammad Afifuddin
Afifuddin bukan orang baru di Bawaslu RI.

Ia pernah menjabat di kepengurusan periode sebelumnya.

Berdasarkan situs Bawaslu, Afifuddin dibesarkan di keluarga santri kampung, Desa Pejangkungan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Orang tuanya merupakan pedagang barang-barang kelontong dan petani.

Satu-satunya anak laki-laki dari empat bersaudara ini mengenyam pendidikan dasar hingga atas di Jawa Timur.

Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui beasiswa dari Departemen Agama untuk konsentrasi Ilmu Tafsir Hadis.

Selama kuliah ia juga banyak mengikuti organisasi. Ia bergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Di organisasi ini Afifuddin sempat menjadi Ketua Komisariat di UIN, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) dan Bendahara Umum PB PMII.

Pada 2005-2007 Afifuddin mengambil kuliah di konsentrasi Komunikasi Politik, Jurusan Ilmu Politik, FISIP UI. Setamat S2 di UI Afifuddin terlibat di Seknas Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR).

Di JPRR ia sempat menjadi manajer riset pada 2009-2011.

Keterlibatan Afifuddin di JPRR berlanjut pada 2013-2015 sebagai koordinator nasional. Ia juga menjadi anggota dewan pengarah JPRR pada 2015-2017.

Afifuddin juga tercatat pernah menjadi pengurus PP Gerakan Pemuda Ansor.

3. Parsadaan Harahap

Parsadaan memiliki banyak pengalaman, di antaranya menjadi anggota KPU Provinsi Bengkulu, hingga menjadi Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu.

Dilansir laman resmi bengkulu.bawaslu.go.id, Parsadaan Harahap lahir di Medan pada 1 Juli 1972.

Parsadaan diketahui pernah bersekolah di SD Budisatrya Medan pada 1985 dan melanjutkan sekolah menengahnya di SMPN 15 Medan tahun 1988.

Kemudian untuk SMA, Parsadaan bersekolah di SMAN 10 Medan pada tahun 1991.

Semasa kuliah, Parsadaan mengambil program studi S1 Agronomi di Universitas Bengkulu.

Lalu, untuk pendidikan S2, Parsadaan memilih untuk belajar Ilmu Administrasi di Universitas Bengkulu.

Saat ini, Parsadaan menjabat sebagai Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Divisi SDM dan Organisasi.

Pengalaman Pekerjaan :

- Anggota KPU Provinsi Bengkulu Periode 2003-2008;

- Anggota KPU Provinsi Bengkulu Periode 2008-2012;

- Ketua KPU Provinsi Bengkulu Periode 2011-2012;

- Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Periode 2012-2017.

Pengalaman Organisasi :

- Ketua Umum Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) Universitas Bengkulu 1995-1996;

- Ketua Umum Cabang Bengkulu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 1996-1997;

- Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 1999-2001;

- Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah KNPI Provinsi Bengkulu 2001-2005;

- Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat KNPI 2005-2008;

- Ketua Dewan Pengurus Pusat KNPI 2008-2011;

- Presidium MW KAHMI Provinsi Bengkulu periode tahun 2016-2021.

4. Yulianto Sudrajat

Yulianto Sudrajat saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum provinsi jawa Tengah tahun 2018-2023.

Ia juga sempat menjabat sebagai anggota selama dua periode di KPu kabupaten Sukoharjo yaitu pada tahun 2013-208 dan 2018-2023.

Yulianto merupakan alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta Program Magister llmu Komunikasi Fakuttas llmu Sosial dan llmu Politik.

Ia juga aktif di sejumlah organisasi. Salah satunya menjadi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Surakarta tahun 1996.

Demikian tadi profil Yulianto Sudrajat, 14 Besar Calon Anggota KPU Masa Jabatan 2022-2027 yang Lolos Seleksi.

Selanjutnya Yulianto beserta 13 calon anggota KPU lainnya akan melakukan fit and proper test oleh DPR.

Nantinya akan dipilih 5 orang yang akan menjabat di KPU RI periode 2022-2027.

5. Idham Holik

Idham Holik menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi Universitas Islam 45 Bekasi.

Kemudian melanjutkan studi Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia dan Doktor Ilmu

Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.

Berikut jabatan pekerjaan yang pernah dijabat Idham Holik:

Koordinator Relawan UNFREL (University Network for Free and Fair Elections)/JPTPP (Jaringan Peguruan Tinggi Pemantau Pemilu) untuk wilayah Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat dalam Pemilu 1999 (1999).

Anggota KPU Kab. Bekasi, Jawa Barat (2003-2018)

Anggota KPU Kab. Bekasi, Jawa Barat (2008-2013)

Ketua KPU Kab. Bekasi, Jawa Barat (2013-2018)

Anggota KPU Provinsi Jawa Barat (2018-sekarang)

Anggota TPD (Tim Pemeriksa Daerah) Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum pada Provinsi di Indonesia Periode Tahun 2021 - 2022 (2021-2022).

Organisasi yang pernah diikuti adalah sebagai berikut:
Ketua Badan Perwakilan Fakultas Ekonomi Unisma Bekasi (1997-1998)

Ketua Senat Fakultas Ekonomi Unisma Bekasi

Presiden Republik Mahasiswa Unisma Bekasi (1999-2000)

Pengurus HMI Cabang Karawang-Bekasi (1996-2001)

Pengurus PB HMI (2002)

6. August Mellaz

August Mellaz merupakan satu-satunya calon terpilih yang berasal dari luar lingkungan KPU ataupun Bawaslu.

Menurut akun LinkedIn-nya, August adalah Direktur di Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD).

Ia pernah mengenyam pendidikan strata satu (S-1) Sarjana Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Pria yang kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta ini telah banyak membantu pemerintah, KPU, dan DKPP untuk melakukan kajian dan penelitian terkait isu-isu kepemiluan.

7. Betty Epsilon Idros

Betty Epsilon Idros lahir di Medan, Maret 1979.

Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara.

Ayahnya berprofesi sebagai PNS.

Lulus dari SMA Negeri Medan, Betty melanjutkan ke Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan sosial ekonomi.

Selepas dari IPB, Betty menekuni isu kesetaraan gender dan Hak Asasi Manusia.

Ia bergabung dengan Demos (Indonesian Centre for Democracy and Human Rights) pada tahun 2002.

Disamping itu, ia juga melanjutkan kuliah S2 di jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan lulus tahun 2008.

Setelah itu, ia aktif mengikuti program-program terkait pemilu.

Pada 2010, ia diundang oleh Kementerian Luar Negeri AS untuk melihat proses pemilu di beberapa negara bagian.

Berbekal pengetahuan kepemiluan itu, Betty kemudian mendaftar sebagai anggota KPU DKI Jakarta pada 2013 dan lolos.

Ia menduduki posisi anggota Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat.

Setelah itu, ia kembali lolos sebagai anggota KPU DKI Jakarta untuk kedua kalinya dan terpilih sebagai Ketua KU DKI Jakarta 2018-2023. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil 7 Anggota KPU Terpilih Periode 2022-2027, Betty Epsilon hingga August Mellaz,

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved