AC Milan

AC Milan Taklukan Inter, Stefano Pioli soal Nazar: Ini Terkesan Konyol tapi Saya Sudah Berjanji

Kemenangan AC Milan melawan Inter Milan tidak saja membuat persaingan klasemen Liga Italia semakin ketat.

Editor: afrizal
Alessio Morgese / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Stefano Pioli, Pelatih Kepala AC Milan saat FC Internazionale melawan AC Milan, Serie A, di Stadion Giuseppe Meazza pada 5 Februari 2022. 

TRIBUNPADANG.COM- Kemenangan AC Milan melawan Inter Milan tidak saja membuat persaingan klasemen Liga Italia semakin ketat.

Hasil positif yang ditorehkan AC Milan juga memaksa Stefano Pioli menjalankan janjinya.

Stefano Pioli harus bisa berhenti menghisap cerutu setidaknya sebulan penuh.

Baca juga: Profil Nicolo Zaniolo Incaran AC Milan tapi Dipercaya Jose Mourinho sebagai Aset Vital AS Roma

Baca juga: Pekan Neraka Inter Milan di Liga Italia, Piala Italia & Liga Champions, AC Milan Jadi Lawan Pertama

"Ini terkesan konyol. Tapi saya sudah berjanji kepada saya sendiri, jika menang dalam derby ini saya tak akan mengisap cerutu Tuscan kesukaan saya selama sebulan. Mungkin itu bagus untuk diri saya," katanya di Footbal Italia.

AC Milan bisa mengalahkan Inter Milan dengan hasil 2-1, kemarin.
Menurutnya, salah satu kunci kemenangan adalah saat melakukan pergantian pemain di babak kedua.

"Kami butuh suntikan tenaga, dan kreativitas. Dan hal itu kami dapatkan setelah memasukkan Messias, dan Brahim Diaz," katanya.

Sedang terkait dua gol dari Olivier Giroud, kata Pioli hal itu menunjukkan bahwa pembelian sang striker dari Chelsea sangatlah tepat.

"Pembelian Giroud atau fakta bahwa klub mencari seorang pemain yang pernah memenangi gelar sebelumnya menjadi acuan bagi mereka yang belum merasakan cara menjadi juara," ujar Pioli kepada DAZN seusai laga.

"Mereka yang sudah pernah juara meningkatkan level tim. Gol-gol Giroud adalah sinyal penting bagi para pemain muda kami."

Dongeng indah Derby della Madonnina diukir AC Milan, dan Olivier Giroud setelah menekuk Inter Milan 1-2 di Stadion Giuseppe Meazza dalam pekan ke-24 Serie A, Minggu (6/2) dini hari.

Sebuah kemenangan comeback yang istimewa. Juga sangat krusial untuk membuka kembali peluang AC Milan dalam perburuan gelar juara.

Ada juga kepercayaan tentang pengulangan sejarah, yang setidaknya secara psikologis kian menguatkan motivasi Rossoneri untuk merebut scudetto musim ini.

Kepercayaan itu merujuk kepada fakta: ini kali pertama Milan tak terkalahkan dalam satu musim Serie A dari dua pesaing beratnya, Inter Milan, dan Juventus sejak 2003/04.

Musim 2003/04 ditutup dengan kemenangan comeback krusial dalam Derby della Madonnina. Dan, sebagai catatan yang harus digarisbawahi, Rossoneri meraih scudetto di pengujung musim 2003/04 itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved