Breaking News:

Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 Halaman 35, Pemimpin Rakyat Aceh dan Ternate yang Melakukan Perlawanan

Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 Halaman 35, Pemimpin rakyat Aceh dan Ternate yang melakukan perlawanan Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 Halaman 35, Pemimpin

Editor: Rima Kurniati
Buku Tema 7 Kelas 5 SD
Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 Halaman 35, Pemimpin Rakyat Aceh dan Ternate yang Melakukan Perlawanan 

TRIBUNPADANG.COM - Pemimpin rakyat Aceh dan Ternate yang melakukan perlawanan

Pertanyaan tersebut terdapat pada Tema 7 Kelas 5 Halaman 35 tentang Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda

Pertanyaan dan soal halaman ini ini merupakan materi Pembelajaran 3, Subtema 1 tentang Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

Kunci jawaban ini dirangkum TribunPadang.com dari berbagai sumber untuk orang tua atau wali murid dalam membimbing ataupun mengkoreksi pelajaran anaknya.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tema 7 Kelas 5 Halaman 13, Apakah Ujung Pensil Berubah Bentuk Setelah Diraut?

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik 7 Kelas 5 SD/MI Halaman 2 4 6 7, Hubungan Rempah-rempah dan Penjajahan

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 SD/MI Halaman 2: Apa Hubungan Rempah-rempah & Penjajahan di Indonesia?

Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda

Pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch, Belanda memperkenalkan sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa pertama kali diperkenalkan di Jawa dan dikembangkan di daerah-daerah lain di luar Jawa. Di Sumatra Barat, sistem tanam paksa dimulai sejak tahun 1847. Saat itu, penduduk yang telah lama menanam kopi secara bebas dipaksa menanam kopi untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial. Sistem yang hampir sama juga dilaksanakan di tempat lain seperti Minahasa, Lampung, dan Palembang. Kopi merupakan tanaman utama di Sumatra Barat dan Minahasa. Adapun lada merupakan tanaman utama di Lampung dan Palembang. Di Minahasa, kebijakan yang sama kemudian juga berlaku pada tanaman kelapa.

Pelaksanaan tanam paksa banyak terjadi penyimpangan, di antaranya sebagai berikut.

1. Jatah tanah untuk tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan, apalagi jika tanahnya subur.

2. Rakyat lebih banyak mencurahkan perhatian, tenaga, dan waktunya untuk tanaman ekspor sehingga banyak yang tidak sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.

3. Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi 1/5 tahun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved