Breaking News:

Berita Sumatera Barat

Dugaan Proyek Pemprov Sumbar Mangkrak, Hidayat Rinci Paket Pekerjaan, 8 Organisasi Perangkat Daerah

Puluhan paket pekerjaan (proyek) Pemprov Sumbar Tahun 2021 lalu diduga mangkrak atau tidak selesai 100 persen. 

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Ketua fraksi Gerindra Sumbar Hidayat 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Puluhan paket pekerjaan (proyek) Pemprov Sumbar Tahun 2021 lalu diduga mangkrak atau tidak selesai 100 persen. 

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Hidayat menilai kondisi pengerjaan proyek tersebut, berpotensi merperlambat kemajuan daerah. 

"Total paketnya mencapai ratusan miliar lebih," demikian diungkapkan Hidayat setelah mendengarkan penjelasan Hansastri, Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda Sumbar terhadap realisasi anggaran dan realisasi fisik pekerjaan yang dibiayai APBD Sumbar tahun 2021.

"Sangat memiriskan, ketika daerah ini membutuhkan stimulus pertumbuhan ekonomi dari pembangunan yang dibiayai APBD Sumbar, justru anggaran yang telah tersedia tidak terlaksana secara tuntas, proyeknya mangkrak," jelas Hidayat kepada wartawan, Selasa (11/1/2022). 

Baca juga: Banyak Proyek yang Mangkrak di Sumbar, Fraksi Gerindra Minta Gubernur Umumkan Kendala ke Publik

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Hidayat saat ditemui, Jumat (13/3/2020).
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Hidayat saat ditemui, Jumat (13/3/2020). (TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita)

Hidayat merincikan terdapat puluhan paket pekerjaan yang tersebar pada 8 OPD yang terlaksana 100 persen sesuai perencanaan semula. 

Di antaranya, paket pengadaan bantuan peralatan dan mesin jahit di Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan nilai kontrak Rp1,4 miliar lebih.

Proyek itu tidak terealisasi, karena barang yang datang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dokumen kontrak sehingga kontrak gagal. 

Kemudian, paket pembangunan gedung kebudayaan Sumatera Barat di Dinas Kebudayaan dengan nilai kontrak Rp31 miliar lebih, namun fisiknya hanya terealisasi 10,63 persen dan realisasi keuangannya Rp8,6 miliar lebih. 

Lalu paket pembangunan stadium utama (tahap VII) di Dinas Bina Marga Cipta Karya (Dinas BMCKTR) dengan nilai kontrak Rp82,6 miliar lebih, fisik terealisasi 72,72 persen dan keuangan terealisasi Rp60 miliar lebih. 

Selanjutnya, paket pembangunan  jembatan Batu Bala dengan nilai kontrak Rp2,3 miliar lebih, pembangunan jembatan Sikali Rp3,4 miliar lebih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved